Bahaya Akar Fatimah bagi Kehamilan (Menurut Medis)

Bahaya Akar Fatimah Bagi Kehamilan

0
69

Akar fatimah adalah nama lain dari labisa pumila, dimana merupakan herbal yang sangat bahaya bagi kehamilan, bahkan memicu keguguran dan rupturnya (robeknya) rahim ibu akibat kontraksi tak terhentikan. Nama lainnya, adalah kacip fatimah. Penggunaan akar ini untuk memperbaiki tonus pada wanita pre dan post menopause (sebelum dan sesudah menopause). Menopause artinya wanita yang sudah tidak menstruasi lagi yakni pada usia tua biasanya lebih dari 40 tahun.

Akar fatimah menjadi herbal yang saat ini tersedia dalam bentuk minuman, kapsul, teh, kofi, yang dikonsumsi. Dosis yang direkomendasikan untuk wanita post menopause adalah 560 mg/hari dan kebanyakan kapsul komersial tersedia dalam dosis 154 mg yang diminum dua kali sehari.

Akar ini memiliki panjang 30-40 cm denganbentuk daun elips. Warnanya pun beragam, dari kemerahan, kehijauan, ungu, hingga pink. Bunganya berbentuk bulat, buahnya berwarna kemerahan keunguan cerah berukuran diameter 0,5 cm.

BAHAYA AKAR FATIMAH

Akar ini hanya digunakan untuk ibu menopause, dan sangat berbahaya bagi ibu hamil dan menyusui. Apabila anda sedang hamil dan menyusui, anda wajib menghindari makanan dan minuman yang mengandung herbal ini. Hindari menggunakannya pada kehamilan dan menyusui berpotensi teratogenik dan membahayakan kehamilan termasuk robeknya rahim. Meskipun penelitian tentang herbal ini masih terbatas, para ahli tetap berpendapat berhati-hati menggunakan akar ini pada kehamilan sebelum bukti keamanan didapatkan.

Terdapat pendapat bahwa akar ini mengandung agen oksitosika dimana memicu kontraksi rahim yang hebat. Karena menggunakan herbal dengan tidak ada hitungan dosis, maka dosis tersebut tidak kita ketahui. Apabila dikonsumsi dengan dosis tidak diketahui, bisa memicu janin meninggal, robek rahim akibat konraksi yang hebat.

KANDUNGAN ILMIAH AKAR FATIMAH

Terdapat sedikit data tentang kandungan dari akar ini. Komponen utama akar ini adalah benzoquinoid yang terdapat pada akar nya, serta alkenyl resorcinols dan triterpenoid pada daunnya. Komponen antioksidan meliputi asam askorbat, atau vitamin C, beta caroten, anthocyanin (zat warna bunga, buah dan beri), serta flavanoid. Pada akar terkandung tinggi zat besi dengan 107-111 ppm.

Baca juga :   Jenis Probiotik : Manfaat hingga Sumber Alamiahnya

PENELITIAN AKAR FATIMAH

Manfaat untuk non Kehamilan

Pada penelitian in vitro dan hewan coba, akar ini dapat menjaga integritas dan morfologi dari dinding aorta pada tikus. Efek kardioprotektif iniĀ  sama dengan efek estrogen. Pada penelitian yang sama, ditemukan estogren yang memiliki aktifitas sama dengan estron dan estradiol pada ekstrak akar ini pada immunoassay binding estradiol terhadap antibodi estradiol. Efek dosis tergantung pada estradiol dan kadar testosteron bebas tikus betina. Reseptor estrogen memodulasi mekanisme herbal ini.

Pada tikus, akar ini memodulasi adipositas post menopausal sama halnya dengan estogren dengan menginduksi lipolisis pada jaringan lemak. Mekanisme hrebal ini berhubungan dengan uterotropik dengan mengatur penambahan berat badan, mengubah ekspresi dan sekresi adipokines, leptin dan resistin pada jaringan lemak.

Pada model tikus dengan PCOS, akar ini akan meningkatka sensitifitas insulin, mengurangi trigliserid, dan kadar kolesterol total, meningkatkan sirkulasi resistin, dan menurunkan ekspresi leptin mRNA. Perkembagan berat badan tidak berefek, tetap berat rahim akan meningkat, karena efek estrogenik.

Referensi:
Drugsdotcom at kacip fatimah. 2017. Medical Review Kacip Fatimah
Ezumi et al. 2007. Evaluaton femal reproductive toxicity labisa pumila.
Fazliana et al. 2009. Labisa pumila Extract regulates body weight and adipokines in rat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here