Cara membaca X-ray Thorax dan Intepretasi

Cara membaca Rontgen Thorax

0
18

Cara membaca X-ray thorax diperlukan untuk intepretasi foto rontgen dada, identifikasi kelainan berdasarkan gambar 2 dimensi secara radiologis. Kemampuan untuk intepretasi ini sangat diperlukan terutama pada kegawatdaruratan paru. Berikut langkah-langkah membaca X-ray thorax yang kami rangkumkan dengan singkat dan semoga mencerahkan.

CARA MEMBACA X-RAY THORAX

Konfirmasi Detile

Konfirmasi detile diperlukan untuk mengkonfirmasi kecocokan dari : identitas pasien, nomor rekam medis, waktu dan tanggal pengambilan film, dan berbagai gambar sebelumnya untuk pembanding X-ray. Termasuk juga menilai kanan dan kirinya dengan benar.

Menilai Kualitas Foto

Saat menilai kualitas foto, gunakan metode RIPE. Apa itu RIPE? RIPE singkatan dari Rotation, Inspiration, Projection dan Exposure. Berikut hal yang ditemukan.

  1. Rotation : nilai aspek medial masing-masing clavicula harus sama jaraknya dari procesus spinosus. Prosesus spinosus harus vertikal terhadap corpus vertebra.
  2. Inspirasi : nilailah inspirasi saat pengambilan foto cukup atau tidak. Costa nomor 5-6, puncak paru, dan sudut costophrenicus, serta tepi kosta lateral harus terlihat yang menandakan inspirasi cukup.
  3. Proyeksi : apakah foto AP (AnteroPosterior) atau PA (Postero anterior). Jika tidak terdapat label, dan tulang skapula tidak terprojeksi di dada, asumsikan PA.
  4. Exposure : Hemidiafragma kiri terlihat terhadap spina dan vertebra terlihat dibelakang jantung.

INTEPRETASI X-RAY THORAX (Ingat ABCDE)

AIRWWAY (A)

Trachea : nilailah apakah tarchea terdeviasi atau tidak. Trachea normalnya berlokasi di tengah atau sedikit ke arah kanan. perhatikan trachea terdeviasi, terlihat terdorong atau tertarik. Lihat pula apakah ada massa paratracheal atau limfadenopati. Trachea terdorong : efusi pleura besar, tension pneumothorax, massa paru. Trachea tertarik : konsolidasi dengan collaps lobus paru.

Carina Bronkus : carina adalah titik percabangan bronkus kanan dan kiri dan terdapat reseptor batuk. Pada x-ray thorax yang berkualitas bagus, maka carina terlihat dan sangat penting sebagai tanda pemasangan NGT (Nasogastrik tube). Bronkus kanan lebih besar, pendek dan lebih vertikal dibandingkan bronkus kiri. Akibatnya benda asing lebih sering masuk ke bronkus kanan atau paru kanan.

Baca juga :   Cara Penggunaan Supositoria Rektal : Step-by-step

Hillus Paru : hilus paru terdiri dari vaskuler paru dan bronkus mayor. Masing-masing hilus juga terkandung limfonodi yang biasnaya tidak terlihat pada individu sehat. Hilus kiri posisinya lebih tinggi dibandingkan hilus kanan, tetapi memiliki variasi lebar setiap individu. Hilus biasanya ukurannya sama, sehingga adanya asimetris hilus menunjukkan patologis. Titik hilus menjadi titik penting anatomis, dimana arteri pulmonal descending bersilangan dengan vena pulmonalis superior. Ketika tidak terlihat, pikirkan pembesaran limfonodi atau tumor paru. Pembesaran Hilus dapat disebabkan patologis: Bilateral : Sacroidosis, Unilateral : Malignansi.

BREATHING (B)

Paru-paru : ketika melihat X-ray kita membagi paru menjadi 3 zona, masing-masing 1/3 atas, 1/3 tengah dan 1/3 bawah. Zona ini didasarkan lobus paru kanan 3 lobus, kiri 2 lobus. Inspeksilah masing-masing zona dari paru kanan dilanjutkan paru kiri. Bandingkan masing-masing zona, adakah asimetrisan.  Peningkatan bayangan space udara memberikan area paru adanya patologis misal konsolidasi dan lesi maligna. Hilangnya marking paru di segmen paru menunjukkan pneumothorax.

Pleura : pleura tidak secara normal terlihat pada individu kecuali ada abnormalitas seperti penebalan pleura. Inspeksilah masing-masing batas paru untuk melihat tepi paru. Jika terlihat penurunan densitas, menunjukkan adanya pneumothorax. Cairan (hydrothorax) dan darah (hemothorax) dapat berakumulasi di cavitas pleura, menyebabkan peningkatan opasitas atau kombinasi keduanya hidropneumothorax. Jika Pneumothorax dicurigai, maka terdapat deviasi menjauh dari area pneumothorax. Ini membutuhkan pertolongan emergensi chest tube atau pemasangan WSD. Penebalan pleura dapat disebabkan mesothelioma.

CARDIAC (C)

Nilai Ukuran Jantung : CardioThoracic Ratio normalnya tidak lebih dari 50% atau 0,5. Pada X-ray AP (Anteroposterior) ukuran jantung dapat terlihat besar. Jika CRT melebihi 0,5 maka disebu dengan cardiomegali. Cardiomegali dapat terjadi dengan berbagai variasi termasuk penyakit jantung katup, cardiomyopati, hipertensi pulmonal dan efusi pericardii.

Baca juga :   Sindrom Down : Defek Genetik Trisomi 21

Nilai Batas Jantung : atrium kanan terlihat pada batas jantung kanan, sedangkan ventrikel kiri sebagai batas jantung kiri. Batas jantung sulit dibedakan bila terdapat proses patologis seperti konsolidasi yang menyebabkan peningkatan opasitas pada jaringan paru. Hilangnya batas jantung kanan menandakan konsolidasi lobus tengah kanan, sedangkan hilangnya batas jantung kiri berkaitan dengan konsolitasi lingular.

DIAFRAGMA (D)

Diafragma : Diafragmam kanan lebih tinggi dibandingkan kiri. Lambung dibawah diafragma kiri dapat teridentifikasi sebagai gastric bubble. Diafragma harus dibedakan, terutama perforasi, adanya akumulasi udara dibawah diafragma dan memisahkan dari liver. Jika anda melihat udara dibawah diafragma, maka dapat dilakukan CT-scan untuk identifikasi sumber udara bebas.

Terdapat beberapa kondisi dengan gambaran udara bebas di bawah diafragma (pseudo-pneumoperitoneum) seperti sindrom chilaiditi yang meliputi kolon berposisi antara hepar dan diafragma menghasilkan gambaran udara bebas karena dinding usus dan diafragma menjadi sulit dibedakan terhadap proksimalnya.

Sudut Costophrenicus : sudut costophrenicus terbentuk dari kubah masing-masing hemidiafragma dan dinding lateral dada. Pada orang normal tergambarkan lancip. Adanya blunting menunjukkan cairan atau area konsolidasi. Blunting juga terlihat pada hiperinflasi paru (pada COPD/PPOK) harena diafragma mendatar dan hilangnya gambaran sudut costophrenicus.

EVERYTHINGS (E)

Kontur Mediastinum : mediastinum terdiri dari jantung, pembuluh darah besar, jaringan limfoid, dan ruang patologis. Aortic knuckle : tepi lateral kiri aorta dimana archus ke belakang melewati bronkus kiri. Hilangnya kontur aortic knuckle disebabkan adanya aneurysma. Aorto pumonary window : ruang antara arcus aorta dan arteri pulmonal. Ruang ini tidak terlihat pada limfadenopati mediastinal seperti pada malignansi.
Tulang : lihat adanya fraktur dan lesi Fibrosis
Jaringan Lunak : lihat jaringan soft tissues seperti hematoma.
Lainnya : lihat pipa NGT, kabel EKG, katup artifisial, pace maker bila terpasang.

Baca juga :   Elektrokauter : Kelebihan, Kekurangan dan Efek Samping

Dirangkum oleh: dr. Wiwid Santiko
Referensi:
Hielman, J. Et al. 2018. Right sided pneumonia.
Hellhoff. 2018. Pneumoperitoneum
Hielman J. Et al. 2018. Cardiomegaly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here