Cervix Incompetent adalah : Penyebab, Jahitan dan Tatalaksana

Cerclage Suture : Tatalaksana Cervix Incompetent

0
117

Cervix incompetent adalah adanya kelemahan pada cervix (leher rahim) dan dapat memicu keguguran atau persalinan prematur, dimana leher rahim tidak mampu menopang tekanan dari rahim. Selama kehamilan, bayi tumbuh dan berat badannya meningkat sehinga menekan cervix. Tekanan ini dapat memicu cervix terbuka sebelum bayi siap dilahirkan dan kejadiannya 1 dari 100 kehamilan.

Bila terjadi di trimester pertama, maka sering dipicu kelainan kromosom, sedangkan incompeten cervix ini sering terjadi minimal trimester kedua atau ketiga. Pada kondisi ini leher rahim ibu lemah sehingga anak mudah terlahir.

Penyebab Cervix Incompetent

Kelainan ini setidaknya terjadi pada 1 dari 100 kehamilan, dan menjadi penyebab 25% keguguran pada trimester kedua. Wanita denagn kondisi ini harus waspada tentang kehamilannya, dan bagaimana cara mencegahnya di kehamilan selanjutnya. Untuk beberpaa orang, tidak ada penyebab pasti, namun terdapat faktor risiko dari cervix incompetent ini, diantaranya:

  • Kerusakan cervix selama persalinan sebelumnya, biasanya persalinannya macet atau susah keluar.
  • Riwayat tindakan bedah pada cervix termasuk biopsi servix.
  • Trauma pada servix seperti tindakan dilatasi dan kuretase (D and C).
  • Terpapar senyawa Diethylstilbestrol (DES), sebuah sintesis dari hormon estrogen yang digunakan dahulu untuk mencegah keguguran, dan komplikasi kehamilan. Lebih dari 30% wanita yang terpapar senyawa ini selama kehamilan, mempunyai gangguan pada saluran reproduksinya.
  • Adanya riwayat keguguran sebelumnya baik satu kali maupun berkali-kali, pada trimester kedua dengan penyebab yang tidak diketahui.
  • Malformasi cervix dan rahim
  • Riwayat kehamilan sebelumnya dengan cervix incompetent

Gejala Cervix Incompetent

Kebanyakan wanita tidak peduli terhadap perubahan yang terjadi pada leher rahimnya atau mengabaikan gejala ringan dan menganggap kehamilannya normal. Gejala ringan dapat muncul pada minggu ke 14 hingga minggu ke 20, dengan gejala:

  • Penekanan pada area pelvis bawah
  • Kram ringan, dan nyeri secara periodik
  • Nyeri punggung
  • Keluar cairan dari vagina dan jumlahnya meningkat, serta encer
  • Terdapat perdarahan dari vagina dengan perdarahan ringan
Baca juga :   Hepatitis Fulminan : Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Jika anda mengalami gejala serupa, segeralah kontak dokter sekitar anda untuk dilakukan pemeriksaan dalam vagina, dan USG jika dicurigai adanya gangguan pada cervix. Jika sulit melihatnya, tetapi pasien berisiko, maka USG dapat dilakukan pada kehamilan minggu ke 16. USG ini untuk melihat panjang cervix dan melihat berbagai tanda termasuk penipisan dan bukaan cervix.

Pemeriksaan ini dapat dilakukan setiap 2 minggu hingga trimester kedua. Jika terjadi perubahan signifikan pada area leher rahim, maka sangat berisiko bayi lahir prematur dan harus dilakukan tindakan pada cervix pasien.

Pengobatan Cervix Incompetent

Tatalaksana dari kelaina ini adalah tindakan yang disebut dengan CERCLAGE SUTURE atau penjahitan pada cervix. Jahitan ini dengan pola tertentu mengelilingi cervix untuk menjaganya tetap tertutup. Prosedur ini dilakukan baik dengan transvaginal dan transabdominal. Terdapat jenis beberapa jahitan, diantaranya:

  • Jahitan McDonald : ini yang paling sering digunakan. Jahitan ini masuk dan keluar di cervix, dengan tebal dan terikat sehingga mudah diambil serta membuat ibu dapat melakukan persalinan normal jika sudah waktunya.
  • Jahitan Shirodkar : jahitan ini dapat dibuang mendekati aterm usia kehamilan, dan bisa permanen juga, serta membutuhkan persalinan dengan SC (Sectio Caesarean). Jahitan ini pada posisi jam 12, menembus jam 6, dan berakhir pada posisi jam 12 pada sisi cervix sebrangnya. Jahitan ini tebal dan terikat sehingga cervix tetap tertutup.
  • Jahitan Abdominal : jahitan ini digunakan bila tidak cukupnya kerja cervix. Bagian atas dan bawah cervix dijahit bersama, dan SC (Sectio Caesarean) dibutuhkan.
  • Cerclage Hefner : jahitan ini sering digunakan ketika cervix incompetent telah didiagnosis pada akhir kehamilan. Jahitan ini diambil ketika aterm.
  • Cerclage Lash : jahitan ini hanya ditempatkan sebelum kehamilan. Jahitan ini digunakan ketika terdapat trauma cervix ekstensif atau dimana terdapat defek fisik. Jahitan ini permanen dan Sectio Caesarean dibutuhkan.
Baca juga :   Syok Neurogenik : Gejala, Pemeriksaan dan Pengobatan

Ketika pasien mendapat tindakan ini, istirahat beberapa hari dibutuhkan. Pasien dapat mengalami gejala kram dan perdarahan ringan setelah prosedur ini. Hubungan seksual dan olahraga sementara berhenti dahulu. Jika terdapat tanda infeksi seperti demam, nyeri terbakar, peningkatan bau cairan nanah, perdarahan hebat, gatal, maka hubungi dokter terdekat anda.

Tentang Cerclage Suture

Kebanyakan wanita dengan tindakan ini ditempatkan hingga kehamilan aterm. Pada beberapa kasus yang jarang, jahitan tidak dapat mencegah keguguran dan lahir prematur. Terdapat wanita yang tidak dapat dilakukan tindakan ini, dengan alasan :

  • Adanya iritasi pada cervix
  • Cervix telah dilatasi sebesar 4 cm (buka 4 cm).
  • Membran telah ruptur (pecah)

Terdapat komplikasi dan risiko tindakan ini seperti : ruptur uteri, ruptur vesika, laserasi servix, perdarahan maternal, lahir prematur, dan ketuban pecah dini. Ibu yang dipasang tindakan ini sering mengalami cemas dan khawatir terhadap kehamilannya. Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, namun anda tetap harus menghindari berbagai faktor risiko yang telah kami sebutkan diatas sehingga dapat terhindar dari kelainan ini.

Oleh: dr. Wiwid Santiko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here