Elektroretinografi : ERG, Indikasi hingga Cara Penggunaan

Electroretinography : Intepretation and Procedure

0
164

Elektroretinografi adalah ERG pemeriksaan mata untuk mendeteksi fungsi retina (bagian lapisan sel yang terdiri dari fotoreseptor sel batang dan sel kerucut. ERG ini akan melihat sinyal elektrk dari fotoreseptor sel muller dan sel bipolar yang berfungsi sebagai penghubung antara foto reseptor dan sel ganglion. ERG yang tidak normal dapat mendeteksi berbagai abnormalitas lapisal sel.

Selama pemeriksaan, elektroda ditempatkan di kornea untuk melihat respon elektrik cahaya di sel. Tes ini dilakukan sekitar 15-20 menit. Setelah dilakukan tes ini, satu jam setelahnya jangan mengucek mata karena dapat berisiko merusak kornea.

CARA MELAKUKAN ELEKTRORETINOGRAFI

ERG adalah salah satu pemeriksaan elektrofisiologi oftalmik. ERG dapat dilakukan dengan pemeriksaan lain, seperti elektrookulografi (EOG), dan pemeriksaan adaptometri gelap. ERG biasanya ditoleransi baik, tidak nyeri, dan dapat dilakukan pada anak-anak juga. Sedasi, kadang dibutuhkan.

  1. Pasien diposisikan duduk.
  2. Kemudian dilakukan dilatasi mata pasien dengan tetes mata midriatikal.
  3. Tetes anestesi juga diberikan.
  4. Kemudian spekulum ditempatkan untuk membuka kelopak mata dan menempatkan kontak lensa elektroda di mata.
  5. Elektroda lain ditempatkan di kulit dahi pasien.
  6. Selama perekaman ERG, pasien melihat berbagai jeis cahaya berbeda.
  7. Sel retina akan mnghantarkan sinyal elektrik kecil ketika distimulasi dengan barbagai jenis cahaya. Mesin ERG merekam berbagai voltase amplitudo dan waktu.

CARA KERJA ELEKTRORETINOGRAFI

Elektroda akan mengukur aktifitas elektrikal retina berespon terhadap cahaya. Informasi dari masing-masing elektroda akan terbentuk dalam pola gelombang di monitor. Bacaan Dark-adated dilakukan ketika cahaya flash dipresentasikan setelah pasien adaptasi gelap selama 20 emnit. Sedangkan light adapted dipresentasikan setelah pasien beradaptasi terhadap cahaya flash setelah sebelumnya pasien adaptasi cahaya selama 10 menit. Dark-adapted berhubungan dengan sel batang, dan light-adapted berhubungan dengan sel kerucut.

Baca juga :   Imunisasi Polio (IPV) : Manfaat hingga Efek Samping (Lengkap)

DAFTAR PENYAKIT YANG DAPAT DIDETEKSI DENGAN ELEKTRORETINOGRAFI

  1. Sindrom usher dan retinitis pigmentosa
  2. Amaurosis kongenital leber
  3. Choroideremia
  4. Kebutaan malam kongenital
  5. Retinoschisis juvenil x-linked
  6. Achomatopsia
  7. Degenerasi dan distrofi dari sel batang dan sel kerucut.
  8. Detachment retina total.
  9. Kelainan retina karena benda asing, autoimun, obat, okulis pembuluh darah, dan metabolik.

INTEPRETASI ELEKTRORETINOGRAFI

ERG normal menunjukkan gelombang A (aktifitas fotoreseptor) dan gelombang B (aktifitas sel bipolar dan sel muller), pada dark-adapted (skotopik) dan light adapted (fotopic). Pola gelombang berbeda ukuran, memendek atau memanjang tergantung jenis kerusakan sel. ERG abmormal menunjukkan spesifik sel retina terhadap penyakit tertentu.

Referensi:
Sheppard J, et al. 2018. Electroretinography

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here