Imunisasi MMR : Manfaat hingga Efek Samping (Lengkap)

0
477

Imunisasi MMR adalah pemberian vaksin MMR berupa perlindungan terhadap measles (campak), mumps (gondongan/parotitis) dan rubella (campak jerman). Vaksin ini pertama kali dikenalkan pada tahun 1971, dan dahulu berisiko terhadap beberapa kelainan seperti autis dan penyakit radang usus. Penelitian terbaru menunjukkan, tidak ada hubungan antara pemberian vaksin MMR ini terhadap kedua kelainan itu.

Pertama, Vaksin MMR akan melindungi kita terhadap measles. Measles disebut dengan campak. Adapun gejala dari campak adalah ruam kulit, batuk, hidung keluar air, demam, dan ditemukan bercak pada mulut (koplik spots). Measles dapat menjadi pneumonia, kerusakan otak dan infeksi telinga.

Kedua, vaksin MMR akan melindungi kita terhadap Mumps atau gondongan atau parotitis. Gondongan ini akan mempunyai gejala : pembengkakan pada kelenjar parotis dibawah telinga kanan dan kiri, demam, pusing kepala, dan nyeri ketika menelan dan mengunyah. Komplikasi dari Mumps adalah tuli dan meningitis (radang selaput otak).

Ketiga, vaksin MMR akan melindungi kita terhadap infeksi Rubella (campak jerman). Adapun gejala campak jerman adalah muncul ruam di kulit, demam ringan hingga sedang, mata meradang dan kemerahan, serta pembengkakan pada limfonodi punggung dan leher. Komplikasi rubella sangat serius seperti sindrom kongenital rubella, defek lahir dan keguguran pada ibu hamil.

Kapan pemberian imunisasi MMR

Berdasarkan rekomendasi CDC, pemberian imunisasi MMR adalah:

  • Pemberian pertama : anak usia 12-15 bulan
  • Pemberian kedua : anak usia 4-6 tahun
  • Pemberian ketiga : anak usia 18 tahun atau lebih

Catatan : anak dengan usia 6-11 bulan harus diberikan setidaknya 1 dosis sebelum berkunjung dan berwisata ke negara lain. Anak usia 12 bulan atau yang lebih dua harus diberikan dosis kedua. Dosis diberikan setidaknya jaraknya 28 hari.

Baca juga :   Cara Penggunaan Supositoria Rektal : Step-by-step

Siapa yang tidak boleh diberian Imunisasi MMR

CDC telah memberikan daftar siapa saja yang tidak boleh diberikan vaksin MMR ini. Mereka adalah:

  1. Seseorang dengan alergi terhadap neomicin dan komponen lain pada vaksin
  2. Memiliki reaksi serius terhadap imunisasi MMR atau MMRV sebelumnya
  3. Terkena kanker atau sedang pengobatan kanker
  4. Menderita HIV AIDS dan penurunan imunitas
  5. Menerima obat yang mempengaruhi imunitas, seperti obat steroid

Pemberian vaksin ini dapat ditunda, yakni pada : seseorang dengan penyakit sedang hingga berat, sedang hamil, sedang menerima tranfusi darah, dan sedang vaksin yang lain dalam 4 minggu terakhir.

Efek samping Imunisasi MMR

Meskipun terdapat efek samping yang mungkin dapat terjadi dari vaksin ini, CDC telah merekomendasikan dan menunjukkan bahwa vaksin ini lebih banyak amannya untuk melawan measles, mumps dan rubella. Efek samping yang mungkin terjadi seperti:

  • Gejala ringan : demam dan muncul ruam kulit
  • Gejala sedang : nyeri dan kekakuan sendi, kejang dan penurunan angka trombosit darah
  • Gejala berat : reaksi alergi

Sekitar 1 dari 6 anak, terjadi demam setelah pemberian vaksin MMR ini. Kejang demam hanya terjadi 1 kasus dari 3000 kasus berdasarkan CDC. Imunisasi ini sangat penting, sehingga kekhawatiran orang tua harus dihilangkan. Tanyalah pada dokter terdekat anda terkain manfaat besar dari imunisasi ini terutama mencegah outbreak kejadian luar biasa dari campak dan penyakit lain.

Penelitian tahun 2014, menunjukkan bahwa 67 penelitian menunjukkan keamanan vaksin ini dan tidak berhubungan dengan kejadian autisme pada anak. Hal ini juga diungkapkan oleh WHO dan institut medicine, yang mengatakan, tidak ada sumber shahih yang mengatakan vaksin MMR berkaitan dengan autisme pada anak. Sehingga vaksinasi ini relatif aman dan perlu diberikan pada anak.

Baca juga :   Infeksi Cacing Tambang : Gejala hingga Pengobatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here