Kanker Usus Kolorektal : Penyebab hingga Tatalaksana

0
49

Kanker usus kolorektal adalah kanker ketiga tersering yang terdiagnosis pada laki-laki dan perempuan, dan menjadi penyabab kematian kedua terbesar, terjadi di mukosa usus besar (colon) dan rektum. Kanker ini sering bermula dari jinak yang disebut dengan polyps. Adenoma adalah jenis polips dan tumor di mukosa kolon dan rektum. Kebanyakan polips sangat jinak, tetapi adenoma dapat berpotensi menjadi sel kanker.

Beberapa faktor risiko kanker ini adalah : penyakit inflamasi bowel disease, polips kolon, usia lebih dari 50 tahun, riwayat keluarga kanker kolon, dan riwayat kanker ovarium dan breast cancer. Selain itu, juga terdapat faktor risiko seperti : makan daging merah dengan temperatur tinggi, obesitas dan kegemukan, olahraga tidak teratur, merokok dan meminum alkohol.

GEJALA DAN PEMERIKSAAN KANKER USUS KOLOREKTAL

Skrining menjadi hal penting dalam diagnosis. Skrining akan mendeteksi kanker sebelum gejala muncul. Bila gejala muncul, maka muncul tanda dan gejala seperti: darah dalam feses, perubahan siklus BAB (konstipasi dan diare), nyeri perut, penurunan berat badan dan lemah lesu.

Skrining dilakukan dengan kolonoskopi setiap 10 tahun mulai usia 50 tahun. Kolonoskopi ini dapat memeriksa kolon dan rektum dengan kamera kecil. Tes ini dapat menemukan kanker di awal, dan mengobatinya segera dan mencegahnya berkembang menjadi polips dan kanker yang lebih ganas.

  1. Colooscopy Virtual : pemeriksaan ini menggunakan CT scan. Pada pemeriksaan kolonoskopi virtual ini,tumor dan polips dilihat tanpa memasukkan kamera ke usus. Kerugiannya hanya dapat mengidentifikasi dan tidak membuang berbagai polips yang ditemukan. Kolonoskopi real dibutuhkan untuk membuang polips yang tersedia.
  2. X-ray Colon : pemeriksaan ini memasukkan cairan barium sebagai kontras. Foto menunjukkan apple core appearence.

STADIUM KANKER USUS KOLOREKTAL

Klasifikasi stadium kanker ini menunjukkan proses penentuan bagaimana dan seberapa jauh tumor ini menyebar dari lokasi awalnya. Stadium ini tidak berkaitan dengan ukuran tumor. Tatalaksana tergantung dari stadium, dan berikut stadiumnya:

  • Stadium 0 : kanker ditemukan hanya di bagian dalam mukosa kolon dan rektum.
  • Stadium I : kanker tidak menyebar diluar dinding dalam rektum dan colon.
  • Stadium II : kanker menyebar ke lapisan muskularis rektum dan colon.
  • Stadium III : kanker menyebar pada setidaknya 1 limfonodi di area sekitar.
  • Stadium IV : kanker menyebar ke area jauh tubuh, seperti tulang, paru-paru, dan hepar. Tahap ini disebut dengan metastasis.
Baca juga :   Asma pada Anak : Gejala hingga Cara Mengobati

Semakin tinggi stadium, semakin serius kondisinya dan mempunyai prognosis yang buruk. Pasien dengan kanker kolorektal stadium I mempunyai survival rate 5 tahun sebesar 74%, dan akan turun hingga 6% pada stadium IV.

PENGOBATAN KANKER USUS KOLOREKTAL

Tindakan Pembedahan : pengambilan jaringan tumor dan jaringan sekitar dilakukan pada stadium awal tumor. Untuk stadium lanjut, yang menyebar keluar usus, maka tindakan bedah tidak dipilih, melainkan membuang tumor dan mengurangi gejala (paliativ care).

Advance Treatment : kanker dengan stadium III, dapat digunakan terapi pembedahan dan kemoterapi. Pada kasus kanker rektum, radioterapi ditambahkan. Kanker dapat kembali setelah terapi dan menyebar ke organ lain. Pada kondisi ini, paliatif care dibutuhkan.

Kemoterapi : menggunakan obat-obatan yang memicu apoptosis dan mematikan sel kanker meskipun sampai saat ini obat kemoterapi mempunyai risiko dan efek samping yang besar.

Ablasi Radiofrekuensi : menggunakan panas untuk menghancurkan jaringan tumor. CT-scan digunakan untuk memasukkan alat seperti jamur ke area tujuan. Teknik ini dilakukan bila tumor ditatalaksana gagal dengan tindakan pembedahan. Kadang dikombinasikan dengan kemoterapi.

Referensi:
MedicineNet. 2018. Colon Cancer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here