Kencing Berdarah (Hematuria) : Penyebab hingga Cara Mengobati

0
230

Kencing berdarah atau hematuria adalah terminologi adanya darah pada urin, yang disebabkan beberapa penyakit seperti infeksi, penyakit ginjal, kanker dan masalah pada darah. Darah dapat terlihat dalam jumlah kecil, apabila terlalu sedikit maka tidak dapat terlihat dengan mata telanjang dan membutuhkan mikroskop untuk melihatnya.

Adanya dara pada urin menandakan adanya masalah kesehatan. Mengabaikan adanya darah pada kencing ini dapat memperburuk penyakit, menjadi kondisi yang lebih gawat termasuk kanker dan batu ginjal. Analisis dan pemeriksaan hematuria diperlukan sehingga pengobatan yang diberikan tepat sasaran.

Penyebab Kencing Berdarah (Hematuria)

Terdapat banyak kemungkinan penyebab dari hematuria ini. Pada beberapa kasus, darah berasal dari sumber yang berbeda. Darah dapat terlihat pada urin terutama apabila berasal dari miss V pada wanita, ejakulat pada pria, dan dari saluran pencernaan. Berikut kemungkinan penyebabnya:

  1. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi adalah penyebab utama hematuria. Infeksi dapat terjadi di saluran kemih, kandung kemih, dan ginjal. Infeksi terjadi akibat bakteri naik melalui urethra. Infeksi dapat masuk ke kandung kemih dan masuk ke ginjal. Jika menyebabkan nyeri dapat membuat lebih sering kencing.

  1. Batu Ginjal dan Batu saluran kemih

Alasan lain adanya darah di urin adalah adanya batu pada kandung kemih atau di ginjal. Kristal ini terbentuk dari mineral urin. Batu ini dapat terbentuk pada ginjal dan kandung kemih. Batu yang besar dapat memicu sumbatan dan hematuria serta nyeri yang hebat.

  1. Pembesaran Prostat

Pada laki-laki dengan usia tua, sering terjadi hematuria karena pembesaran prostat. Prostat berada di ujung kandung kemih dekat urethra. Ketika prostat ini membesar, maka menekan urethra dan menyumbat saluran urin. Bila terdapat infeksi dapat memicu keluar darah.

  1. Gagal Ginjal

Penyakit di ginjal dan peradangan ginjal dapat memicu hematuria. Penyakit ini bisa disertai dengan diabetes. Pada anak dengan usia 6-10 tahun, GNA-PS (glomerulonefritis akut post streptococcal) sering memicu kencing berdarah seperti teh.  Antibiotik diperlukan dalam kasus seperti ini.

  1. Kanker

Adanya kanker pada kandung kemih, ginjal, dan prostat dapat memicu adanya darah pada urin. Gejala ini dapat membesar sehingga mendeteksi tanda awal sangat diperlukan.

  1. Menggunakan obat-obatan

Menggunakan obat seperti penisilin, aspirin, warfarin, heparin dan cyclophospamid dapat memicu hematuria. Penyebab lain : anemia sel sabit, sindrom alport, hemofilia, dan olahraga terlalu berat.

Baca juga :   Bronkopneumonia : Gejala, Pemeriksaan hingga Pengobatan

Jenis Kencing Berdarah (Hematuria)

  1. Gross Hematuria

Jika terdapat darah dalam jumlah banyak pada urin sehingga urin terlihat dengan warna pink atau kemerahan dan dapat terlihat dengan mata telanjang.

  1. Mikroskopik Hematuria

Adanya darah pada urin dalam jumlah sedikit dan membutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk melihatnya, yakni dengan bantuan mikroskop.

Pemeriksaan Kencing berdarah (Hematuria)

Jika anda menjumpai hematuria, anamnesis dan penggalian riwayat miksi dilakukan. Pemeriksaan obat dan bekuan darah serta pengambilan sampel urin bisa dilakukan. Analisis urin dapat mengkonfirmasi adanya darah dan mendeteksi bakteri bila suspek infeksi.

CT scan bisa digunakan, serta cystoscopy dengan memasukkan kamera pada tabung kecil ke kandung kemih. Dengan kamera tersebut dapat terlihat dinding kandung kemih dan urethra untuk menentukan penyebab hematuria.

Anda harus ke dokter bila :

  • Nyeri ketika buang air kecil
  • Nyeri perut dan nyeri punggung
  • Mual dan muntah
  • Demam tinggi dan menggigil

Pengobatan dan Pencegahan Kencing Berdarah (Hematuria)

Untuk mencegah hematuria ini, anda dapat melakukan hal berikut ini:

  • Mencegah infeksi dengan minm air putih setiap hari, berkemih sebelum berhubungan seksual dan menjaga kebersihan
  • Mencegah batu ginjal, degan minum air putih, menghindari garam berlebih dan makan makanan bergizi seperti bayam
  • Mencegah kanker dengan : menghindari merokok, menghindari paparan senyawa kimia dan radiasi serta minum air putih yang banyak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here