Keracunan Yodium : Gejala hingga Cara Mengobati

0
154

Keracunan yodium adalah mengkonsumsi yodium dalam jumlah yang ditoleransi pada kelompok umur, dan membutuhkan perawatan kegawat daruratan segera. Yodium adalah elemen yang ditemukan dalam jumlah kecil pada tubuh. Tubuh membutuhkan yodium untuk membuat hormon tiroid, yang mengatur pertumbuhan, metabolisme dan fungsi lainnya.

Beberapa makanan alamiah terkandung yodium, seperti garam beryodium. Makanan lain sumber yodium meliputi udang, telur rebus, kacang, dan kentang. Kebanyakan orang dewasa membutuhkan 150 mcg yodium setiap harinya. LPI memberikan tabel rekomendasi yodium ini, diantaranya:

  • Anak usia 1-3 tahun : 200 mcg setiap harinya
  • Anak usia 4-8 tahun : 300 mcg setiap harinya
  • Anak usia 9-13 tahun : 600 mcg setiap harinya
  • Remaja usia 14-18 tahun : 900 mcg setiap harinya
  • Dewasa 19 tahun atau lebih tua : 1.100 mcg setiap harinya

Mengkonsumsi lebih dari yang ditoleransi berdasarkan kelompok usia akan memicu keracunan yodium. Jika anda menemukan kondisi ini, segera bawa pasien ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) rumah sakit terdekat. Jangan lupa catat : berapa banyak yodium yang termakan, berat badan dan tinggi badan pasien, dan penyakit yang diderita pasien terutama penyakit tiroid termasuk Hipertiroid dan hipotiroid.

Penyebab Keracunan Yodium

Keracunan ini biasanya didapat terlalu banyak suplemen yodium. Ingat, pada orang dewasa maksimal 1,100 mcg yang dapat ditoleransi setiap harinya. Mengkonsumsi terlalu banyak yodium tidak menyebabkan keracunan bila hanya sekali-kali saja, kecuali bila sering atau setiap hari. Yodium berlebih akan membingungkan tiroid sehingga terbentuk hormon tiroid tambahan. Ini akan memicu penurunan hormon tiroid pada minggu selanjutnya, atau disebut dengan fenomena Wolff Chaikoff.

Obat juga dapat meningkatkan kadar yodium. Amiodaron, terkandung 75 mg yodium dalam 200 mg tablet. Ini adalah ratusan kali lebih tinggi dari rekomendasi intake sehari-hari 150 mcg. Suplemen Kalium Iodida, dan pewarna kontras radiologi CT-scan, juga terkandung Yodium.

Baca juga :   Hepatitis Fulminan : Gejala, Penyebab dan Pengobatan

a. Hubungan Makanan laut dan Yodium

Beberapa makanan laut (seafood), seperti udang tuna terkandung yodium. Rumput laut juga tinggi yodium. Pada masyarakat budaya memakan terlalu banyak rumput laut akanmembuat konsumsi yodium tinggi setiap harinya. Di jepang, sekitar 1000-3000 mcg yodium dikonsumsi setiap harinya. Ini menyebabkan hipertiroid terinduksi yodium dan goiter sering muncul di jepang. Namun disisi lain, konsumsi tinggi yodium menurunkan kejadian kanker dan meningkatkan kualitas ekspektasi hidup.

b. Faktor Risiko Keracunan Yodium

meskipun juka anda tidak memgkonsumsi banyak yodium, tetapi anda terlalu sensitif terhadap yodium, maka akan meningkatkan risiko keracunan yodium. Ini termasuk penyakit : tiroiditis Hashimoto, goiter dan penyakit Grave. Setelah prosedur Tiroidektomi (pengambilan kelenjar tiroid), juga membuat anda lebih sensitif terhadap yodium, dan meningkatkan risiko terkena keracunan Yodium.

Gejala Keracunan Yodium

Gejala keracunan yodium dapat kita kategorikan menjadi ringan hingga berat, tergantung berapa banyak yodium yang terdapat pada tubuh. Pada gejala RINGAN, meliputi:

  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sensasi terbakar pada mulut

Pada gejala BERAT, akan memicu gejala:

  • Pembengkakan pada saluran nafas
  • Pulsasi lemah
  • Terdapat cyanosis yaitu biru pada bibir dan jari-jari
  • Pasien Koma

Mengkonsumsi terlalu banyak yodium akan memicu hipertiorid induksi yodium. Ini biasanya seseorang yang mengkonsumsi suplemen yodium untuk memperbaiki fungsi tiroid. Gejala dari hipertiroid, seperti : denyut jantung cepat, kelemahan otot, kulit terasa hangat, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Hipertiroid berbahaya jika mepmpunyai penyakit jantung.

Pengobatan Keracunan Yodium

Keracunan ini membutuhkan perawatan di rumah sakit. Tergantung derajat keparahan penyakit, akan diberikan obat yang membuat pasien muntah. Ini termasuk diberikan Charcoal aktif (Karbon Aktif), yang dapat membantu penyerapan Yodium. Untuk gejala yang berat, seperti masalah bernafas, maka ventilator dipasang hingga kadar yodium turun.

Baca juga :   Fraktur Salter Harris : Gejala, Klasifikasi dan Pengobatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here