Lidah Gomen atau Lidah Bayi Putih : Penyebab dan Pengobatan

Lidah Bayi Putih

0
72

Lidah gomen atau lidah bayi putih adalah kondisi dimana terhadap thrush/ruam berwarna putih yang melekat pada lidah dan sekitar mulut baik karena susu dan atau jamur. Adanya lidah putih ini dapat diseabkan jamur candida albikan. Lidah putih terlihat seperti bercak putih atau plak putih seperti keju atau susu membeku di rongga mulut bayi. Bercak ini terlihat di : lidah, bagian dalam pipi, langit-langit mulut, dan gusi bayi.

Lidah putih ini sering ditemukan pada bayi usia 10 minggu atau kurang, meskipun dapat terjadi pada usia lebih tua. Anda dapat melihat bercak putih dan tidak hanya berupa sisa susu. Anda dapat mengusap dengan jari bersih. Sisa susu akan mudah hiang dengan beberapa kali usapan. Ketika diusap, kemerahan akan muncul. Dalam mengusap ini sering membuat perlukaan pada mulut bayi.

PENYEBAB LIDAH GOMEN

Lidah putih sering terjadi karena residu susu dan atau kadar jamur candida pada mulut bayi meningkat. Peningkatan jamur candida ini, karena : imunitas bayi masih imatur (belum kebal) sehingga belum dapat melawan infeksi, ibu mengkonsumsi antibiotik sehingga masuk ke ASI dan membunuh bakteri baik di mulut bayi, dan higenitas botol serta dot dan ASI yang tidak bersih dan higenis.

APAKAH LIDAH GOMEN BERBAHAYA

Bercak putih sering tidak berhubungan dengan penyakit tertentu dan dapat hilang dalam beberapa hari. Bercak dapat masuk ke saluran pencernaan dan menyebabkan ruam NAPPY. Ruam sering membuat bercak merah dan dapat sembuh. Anda harus memeriksakan ke dokter bila disertai demam pada bayi dengan suhu diatas 38.0 derajat celcius. Selama tidak ada demam tersebut, dan tidak mengganggu menyusui tersebut, adanya gomen ini tidak berbahaya.

Baca juga :   Transplantasi Rambut (Cangkok Rambut) : Cara hingga Risiko

KAPAN LIDAH GOMEN HARUS MEMBAWA KE DOKTER

Sangat tergantung kondisi. Jika bercak tersebut ringan, maka tidak memerlukan perawatan ke dokter. Terkadang ruam tersebut hilang sendiri setelah beberapa hari. Jika bercak masih terus ada, dan mengganggu minumnya bayi, maka dapat diperiksakan ke dokter terdekat untuk mendapat obat antijamur seperti mikonazol atau tetes nystatin.

CARA MENGOBATI LIDAH GOMEN

Jel antijamur atau tetes antifungal dapat diberikan pada area mulut bayi setelah menyusui. Pemberian ini biasanya 4 kali sehari. Hati-hatilah dalam memberikan tetesan, karena berisiko tertelan dan menyebabkan bayi muntah (refleks Gag). Cuci tangan anda setiap kali menyentuh dan mengobati bayi.

Lanjutkan pengobatan sesuai saran dokter, dan setelah ruam hilang dalam 2 hari, yakinlah bahwa ruam tidak kembali lagi. Biasanya ruam putih dapat hilang dalam 1 minggu pengobatan, tetapi dapat persisten (menetap) dan anda harus berkonsultasi ke dokter jika masih menetap.

Jika bagian ASI anda terdapat luka, berwarna pink dan gatal, dapat diberikan krim antijamur setiapkali setelah menusui, dan mencucinya sebelum menggunakan ke bayi. Jika bagian ASI terluka atau terdapat tekahan, maka bercak dapat menyebar ke pabrik ASI anda. Hal ini sangat nyeri dan terutama dirasakan beberapa jam setelah menyusui. Jika diperlukan tablet antijamur dapat dikonsumsi Ibu.

PENCEGAHAN LIDAH GOMEN

Relatif sulit mencegah lidah putih ini terjadi pada bayi terutama bayi baru lahir. Beberapa bayi mudah terkena infeksi, dan anda dapat melakukan pencegahan, diantaranya:

  1. Bersihkan mainan, botol, peralatan menyusui dan makan, mainan dan benda apapun yang kemungkinan ditelan bayi.
  2. Cuci tangan sebelum menyentuh bayi dan jangan menggunakan lap atau handuk bersamaan.
  3. Cuci pabrik ASI anda dengan breast pad, air hangat, dan jaga higenitasnya.
  4. Bila diperlukan lakukan sterilisasi terhadap benda sekitar.
  5. Berikan minyak kelapa yang mempunyai efek antijamur pada pabrik ASI namun sebelum menggunakan ini, anda harus berkonsultasi ke dokter terdekat anda terkait update ilmu dan jurnal terbaru penggunaan teknik ini.
Baca juga :   Jenis Meditasi sesuai Medis yang baik untuk Kita

Referensi:
NHS. 2016. Oral Thrush in babies.
Harding. 2017. Oral thrush in babies.
NICE. 2017. Candida in Oral

Oleh: dr. Wiwid Santiko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here