Penyebab Menopause Dini : Tinjauan Referensi Medis

0
113

Penyebab menopause dini sering ditanyakan, karena menopause sendiri adalah kejadian dimana ovarium berhenti memproduksi estrogen, hormon yang mengendalikan siklus reproduksi. Rata-rata menopause terjadi pada usia 51 tahun, berdasarkan data NIA (National Institute on Aging). Kebanyakan wanita mulai menopause antara usia 40-58 tahun. Menopause dini didefinisikan terjadi menopause dibawah usia 40 tahun.

Wanita dengan menopause ketika dia tidak terjadi menopause dalam 12 bulan. Tetapi juga berkaitan dengan beberapa gejala seperti muka merah, dan ada periode perimenopause yaitu “start long” sebelum menopause.

Adanya kerusakan pada ovarium atau berhentinya produksi estrogen dapat memicu menopause dini. Kondisi ini dapat dipicu kemoterapi kanker, atau oophorektomi (pengambilam ovarium). Pada kasus ini, dokter akan membantu menyiapkan anda untuk menopause dini. Hal ini tidak menutup kemungkinan anda mengalami menopause dini meskipun ovarium masih intak baik.

Penyebab Menopause Dini

  1. Faktor Genetik

Jika tidak ada alasan medis untuk menopause dini, mungkin disebabkan genetik. Mengetahui menopause ibu akan memberikan gambaran kapan putrinya menopause. Jika ibu menopause dini, maka kemungkinan besar, putrinya juga menopause dini. Peran genetik sangat dominan.

  1. Faktor Gaya Hidup dan Lingkungan

Merokok mempunyai efek antiestrogen yang berkontribusi menopause dini. Menurut analisis, merokok reguler dalam jangka waktu lama akan memicu menopause dini. Berdasarkan data Mayo Klinik, wanita dengan merokok akan mengalami menopause 1-2 tahun lebih awal dibandingkan yang tidak merokok.

Indeks massa tubuh (IMT) adalah faktor yang juga berperan dalam menopause dini. Estrogen disimpan di jaringan lemak. Wanita yang sangat kurus memiliki estrogen sangat sedikit yang juga memicu menopause dini. Beberapa penelitian menunjukkan diet sayuran, kekurangan olahraga, dan kurang terpapar sinar matahari dapat menjadi penyebab menopause dini.

  1. Defek Kromosom

Defek kromosom dapat memicu menopause dini. Contohnya, sindrom turner dimana bayi lahir dengan kromosom inkomplet. Wanita dengan sindrom turner ini memiliki ovarium yang tidak berfungsi dengan baik. Ini sering memicu menopause.

Baca juga :   Manfaat minum Air Hangat terbaru (Update)

Defek kromosom lain seperti dysgenesis gonadal. Kondisi ini memicu ovarium tidak berfungsi. Trisomi 13 dan trisomi 18 adalah kondisi mempunyai ekstra kromosom pada kromosom nomor 13 dan 18. Kondisi ini juga memicu menopause dini. Biasanya menyebabkan gangguan perkembangan seperti INFERTILITAS.

  1. Penyakit Autoimun

Gejala menopause dini atau menopause prematur dapat karena penyakit autoimun seperti penyakit tiroid dan reumathoid artritis. Pada penyakit autoimun, imun gagal mengenali bagian tubuh dan justu menginvasi serta menyerang tubuh sendiri. Peradagan/inflamasi akan menyerang ovarium dan menopausepun akan terjadi.

  1. Epilepsi

Epilepsi atau kejang dimulai karena adanya gangguan batang otak. Wanita dengan epilepsi sering memicu gagal organ ovarium yang memicu menopause. Penelitian pada jurnal epilepsia, menemukan kelompok wania dengan epilepsi, sekitar 14% terjadi prematur menopause.

Tanda dan Gejala Menopause Dini

Gejala menopause dini dapat dimulai dengan menstruasi irreguler, lebih lama atau lebih singkat dibandingkan biasanya. Tandanya meliputi :

  1. Perdarahan
  2. Bercak darah
  3. Periode lebih lama dibanding normal
  4. Ada periode tidak berdarah setelah 1 tahun
  5. Mood berubah dan keinginan seksual
  6. Muka merah dan berkeringat malam
  7. Gangguan tidur dan vagina kering
  8. Sering buang air kecil tidak terkendali

Pemeriksaan Menopause Dini

Fase awal menopause disebut dengan perimenopause. Selama ini, anda akan mengalami fase irreguler. Anda akan mengalami menopause selama 12 bulan tanpa perdarahan menstruasi dan tidak ada kondisi medis lain yang mendasari. Ada pemeriksaan yang dapat dilakukan, seperti:

  1. Estrogen : menilai kadar estrogen yaitu estradeol. Pada menopause kadar estrogen cenderung turun.
  2. FSH (Folikel Stimulating hormone) : jika kadar FSH konsisten dibawah 30 mIU/ml, dan tidak menstruasi selama 1 ahun, NAMS mengindikasikan ada menopause. Tingginya FSH tunggal tidak dapat menjadi diagnosis tunggal menopause.
  3. TSH (Tyroid stimulating Hormone) : memiliki TSH endah adalah tanda underaktif tiroid yang disebut dengan hypotiroid. Gejala ini mirip menopause.
Baca juga :   Metformin aman untuk ibu hamil : Aman atau Tidak?

Tatalaksana Menopause Dini

Pada dasarnya tidak memerlukan pengobatan. Yang dilakukan hanya memperbaiki gejala. Pengobatan ini haruslah dengan ijin dokter. Pengobatan yang dapat dilakukan seperti:

  1. Terapi pergantian Hormon : terapi hormon sistemik dapat mencegah gejala menopause.
  2. Terapi hormon menopause : suplemen estrogen dan progesteron dapat membantu mengurangi gejala menopause dan pengeroposan tulang.

Oleh : dr. Wiwid Santiko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here