Sariawan atau Stomatitis : Gejala hingga Cara Mengobati

0
366

Sariawan atau stomatitis adalah peradangan di dalam mukosa mulut, baik pipi, gusi, bibir bagian dalam, hingga lidah dengan rasa nyeri dan kadang disertai demam. Terdapat dua jenis stomatitis, yaitu herpes stomatitis yang disebut juga dengan luka dingin dan kedua adalah stomatitis aphtous atau disebut dengan luka canker.

Penyebab Sariawan atau Stomatitis

Infeksi herpes simpleks 1 (HSV-1) dapat menyebabkan stomatitis herpes dan sering menyerang anak kecil dengan usia 6 bulan hingga 5 tahun. Seseorang yang terpapar HSC-1 dapat berkembang luka akibat paparan virus. HSV-1 berhubungan dengan HSV-2, virus yang menyebabkan herpes genital tetapi berbeda jenis virusnya. Infeksi HSV-1 selain menjadi sariawan juga dapat menjadi herpes labialis.

Stomatitis aphtous dapat berupa satu atau kumpulan ulkus/luka pada pipi, gusi, lidah dan bibir bagian dalam. Sering ditemukan pada anak kecil dengan usia 10-19 tahun. Stomatitis jenis ini tidak disebabkan virus dan tidak menular. Biasanya berhubungan dengan pola hidup bersih dan higenitas mulut, serta kerusakan membran mukosa. Penyebabnya:

  • Mulut kering karena sering bernafas melalui mulut
  • Injuri kecil seperti pipi tergigit atau bibir tergigit
  • Terkena benda tajam seperti bracket dan kawat gigi
  • Penyakit celiac
  • Sensitif terhadap makanan tertentu seperti jeruk, kopi, coklat, telur, keju, dan strawberi.
  • Respon alergi terhadap bakteri
  • Peradangan usus dan HIV AIDS
  • Kelemahan imunitas
  • Penyakit autoimun di mulut
  • Defisiensi vitamin B-12, asam folat, zat besi dan zinc
  • Stress dan menjalani pengobatan tertentu
  • Infeksi candida albikan.

Gejala Sariawan atau Stomatitis

Stomatitis herpetik biasanya dicirikan dengan vesikel plenting-plenting kecil banyak yang terjadi di : gusi, langit-langit mulut, pipi, lidah dan bibir. Plenting-plenting biasanya membuat sulit untuk makan, minum dan menelan. Dehidrasi juga berhubungan dengan pembengkakan gusi, nyeri dan rasa tidak nyaman untuk minum. Jika terjadi iritabilitas dan anak rewel terhadap makan dan minum, maka dapat berkembang menjadi luka dingin (cold sore).

Baca juga :   Limfadenitis TB (Skrofula) : Gejala, Gambar dan Pengobatan

Demam adalah gejala lain dari infeksi HSV-1 dan dapat meningkat hingga 40 derajat celcius. Demam terjadi beberapa hari sebelum plenting-pelnting kelihatan. Setelah vesikel muncul, ulkus/luka putih terbentuk. Infeksi sekunder dapat terjadi dengan lama infeksi 7-10 hari.

Stomatitis aphtous berupa ulkus bulat atau oval dengan tepi meradang dan kemerahan. Ditengahnya biasanya putih atau kekuning-kuningan. Biasanyadapat sembuh sendiri dalam1-2 minggu. Bila lukanya lebar, maka membutuhkan penyembuhan hingga 6 minggu.

Pada orang dewasa dapat terjadi bentuk Herpetiformis. Virus HSV-1 tidak menyebabkan ini. Herpetiform sangat tipis lukanya, tetapi muncul plenting-plenting dari 10-100 buah dan sembuh dalam 2 minggu.

Pengobatan Sariawan atau Stomatitis

  1. Pengobatan Stomatitis herpes

Obat antivirus seperti acyclovir dapat digunakan untuk mengobati ini dan dapat digunakan untuk memperpendek lama infeksi. Dehidrasi adalah risiko pada anak sehingga minum air diperlukan. Parasetamol digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri. Untuk nyeri yang berat, dapat diberikan topikal lidokain. Lidokain di mulut dapat menyebabkan masalah menelan, terbakar hingga tersedak sehingga pemberiannya harus berhati-hati.

Infeksi HSV-1 mungkin dapat berkembang menjadi infeksi mata dan disebut dengan herpetik keratokonjunctivitis. Ini adalah komplikasi yang serius dan dapat memicu kebutaan. Pengobatan dilakukan jika terdapat nyeri, pandangan kabur dan keluar cairan dari mata.

  1. Pengobatan Stomatitis Aphtous

Stomatitis aphtosa biasanay tidak berat dan tidak memerlukan perawatan. Jika nyeri signifikan, luka dapat membesar dan membutuhkan pengobatan. Krim topikal benzocaine dapat diberikan. Untuk luka canker besar dan outbreak, dapat diberikan cimetidin, colchicine atau steroid oral. Pengobatan ini jarang dilakukan. Luka canker juga dapat dibakar dengan debacterol atau nitrat silver.

Luka yang lama tidak sembuh dapat memicu demam. Jika pengobatan tidak berhasil, maka pikirkan penyebab lain seperti infeksi bakterial dan infeksi jamur. Dalam hal ini, antijamur dan antibiotik dapat diberikan.

Baca juga :   Sindrom Cushing : Penyebab, Gejala dan Tatalaksana

Pencegahan Sariawan atau stomatitis

Infeksi virus HSV-1 membutuhkan istirahat dan dapat menular dengan berciuman atau menyentuh area bibir. Untuk stomatitis aphtosa, suplemen vitamin B (folat, B6 dan B12 ) dapat membantu termasuk vitamin C juga. Makanan yang tinggi vitamin dapat membantu seperti : brokoli, bayam, hati, dan asparagus.

Sahabat DokterLINE.com, Rajin gosok gigi untuk menjaga higenitas mulut diperlukan. Hindari makanan asam dan pedas. Ketika makan jangan berbicara karena berisiko tergigit lidah, bibir dan mukosa pipinya. Stress fikiran juga dapat memicu sehingga relaksasi dan berolahraga sesuai hobi kesukaan anda sangat diperlukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here