Sindrom Gilbert : Gejala, Penyebab hingga Pengobatan

0
97

Sindrom gilbert adalah kondisi turunan pada liver dimana liver (hepar atau hati) tidak dapat secara sempurna memproses komponen bilirubin. Liver anda akan memecah sel darah merah yang telah mati, untuk membentuk bilirubin dan membuangnya ke feses dan urin. Jika anda memiliki sindrom ini, bilirubin dialirkan ke darah, dan memicu kondisi hiperbilirubinemia. Untuk mengetahuinya diperlukan tes darah.

Terdapat perbedaan bilirubin direk dan indirek, silahkan baca perbedaan bilirubin direk dan indirek apabila belum mengetahuinya. Hiperbilirubinemia berarti terdapat kadar bilirubin yang tinggi di tubuh anda. Pada kebanyakan kasus, tingginya bilirubin ini adalah tanda terdapat ketidaknormalan pada fungsi liver anda.

Sekitar 3-7% orang dengan sindrom gilbert kejadiannya. Beberapa penelitian menunjukkan sebesar 13%. Kondisi ini biasanya tidak berahaya dan tidak membutuhkan pengobatan, dan menyebabkan beberapa masalah minor.

Penyebab Sindrom Gilbert

Sindrom ini merupakan kondisi genetik yang diturunkan dari orangtua. Ini disebabkan mutasi pada gen UGT1A1. Mutasi ini berasal dari tubuh tidak cukup membentuk bilirubin-UGT, sebuah enzim yang memecah bilirubin. Tanpa enzim ini, tubuh tidak dapat memproses bilirubin dengan baik.

Gejala Sindrom Gilbert

Sindrom ini tidak selalu muncul gejala. Pada faktanya, sekitar 30% orang dengan sindrom ini tidak pernah muncul gejala. Seringnya, tidak terdiagnosis hingga awal usia remaja. Ketika gejala muncul, dapat berupa:

  • Mual dan diare
  • Kulit kuning dan mata bagian konjuntiva (bagian putih) menjadi kuning juga atau terjadi jaundice
  • Tidak nyaman di area perut
  • Lemah lesu

Jika anda memiliki sindrom ini, gejala dapat sangat terlihat bila terjadi peningkatan bilirubin yang sangat signifikan. Beberapa faktor risiko yang meningkatkan angka kejadian sindrom ini diantaranya:

  • Tidak makan dalam waktu lama
  • Tidak minum cukup air
  • Tidak cukup tidur
  • Sedang emosi dan stress
  • Berolahraga terlalu berat
  • Menstruasi dan terpapar dingin
  • Masa penyembuhan setelah tindakan pembedahan dan sedang sakit misal karena infeksi.
Baca juga :   Polisitemia Vera : Penyebab, Gejala hingga Mengobati

Beberapa orang dengan sindrom ini juga ditemukan penderitanya sering minum alkohol, dan membuat gejalanya memburuk. Pada beberapa orang, minum satu hingga dua gelas dapat membuat anda sakit. Alkohol dapat meningkatkan kadar bilirubin dengan sindrom gilbert ini.

Pemeriksaan Sindrom Gilbert

Tanda pada liver dan jaundice dapat terlihat dimana terjadi peningkatan kadar bilirubin. Untuk mengetahuinya, perlu dilakukan pemeriksaan fungsi darah. Pemeriksaan lain seperti biopsi liver, CT-scan, USG dan pemeriksaan darah lain diperlukan apabila ditemukan kadar bilirubin yang tidak normal. Sindrom ini dapat terjadi di liver.

Pemeriksaan genetik juga dilakukan untuk melihat adanya mutasi gen UGT1A1. Obat Rifampin dan Niacin dapat meningkatkan bilirubin pada sindrom ini sehingga dapat membantu dalam penegakkan diagnosis sindrom ini.

Pengobatan Sindrom Gilbert

Kebanyakan kasus sindrom ini tidak membutuhkan pengobatan. Jika terdapat lemah lesu dan mual, maka dapat diberikan phenobarbital untuk mengurangi kadar bilirubin di tubuh. Ada perubahan gaya hidup yang dapat mencegah gejala, diantaranya:

  • Tidur teratur : cobalah tidur 8 jam setiap malamnya dan konsisten dengan tidak bergadang
  • Hindari olahraga terlalu berat. Cobalah olahaga dengan intensitas ringan sedang maksimal 30 menit sehari
  • Menjaga hidrasi tubuh : perbanyak minum air putih
  • Cobalah rileks dan mengurangi stress : dengan yoga, berdzikir, mengaji , berwisata dan lainnya
  • Makan yang bergizi dan seimbang
  • Tidak boleh minum alkohol
  • Pelajari obat yang anda minum terutama yang berinteraksi dengan sindrom ini. Beberapa obat kanker memiliki interaksi terhadap obat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here