Transplantasi Rambut (Cangkok Rambut) : Cara hingga Risiko

0
511

Transplantasi rambut atau cangkok rambut adalah tindakan pembedahan oleh dokter dermatologi (Spesialis Kulit), untuk memindahkan rambut ke area kepala yang botak. Dokter bedah biasanya memindahkan rambut dari belakang atau sisi samping kepala menuju ke bagian depan atau puncak kepala. Transplantasi rambut ini menggunakan anestesi lokal.

Berdasarkan CC, penyebab genetik menjadi faktor predisposisi kebotakan (alopecia). Kasus tersebut faktornya beragam, termasuk pola makan, stress, penyakit yang diderita hingga pengobatan yang diterima. Terdapat dua jenis prosedur transplantasi ini : grafting Slit dan Grafting mikro.

Grafting Slit terdiri dari 4-10 rambut setiap graft. Sedangkan grafting mikro, terdiri dari satu hingga dua rambut setiap graftingnya, tergantung luas permukaan yang dibutuhkan. Menerima transplantasi ini dapat memperbaiki penampilan dan kepercayaan diri. Siapa saja yang sangat dianjurkan untuk transplantasi rambut ini:

  • Seorang laki-laki dengan kebotakan
  • Wanita dengan rambut yang tipis dan sering rontok
  • Seseorang dengan injuri kepala seperti rambut terbakar dan lainnya.

Transplantasi rambut ini sangat TIDAK baik untuk :

  • Wanita dengan rambut panjang dan memiliki rambut rontok
  • Seseorang yang tidak memiliki donor rambut
  • Seseorang dengan skar keloid setelah injuri atau tindakan pembedahan
  • Seseorang dengan rambut rontok setelah pengobatan kemoterapi

Prosedur Transplantasi rambut (Cangkok Rambut)

Setelah mencuci kulit kepala, dokter akan menggunakan jarum kecil untuk melubangi area kepala dengan anestesi lokal. Kemudian dengan skalpel, dilakukan pengirisan dan kemudian menutupnya. Dokter akan memisahkan bagian yang diambil menggunakan lensa perbesaran dan pisau bedah yang tajam. Ketika ditanam, akan diperhatikan alurnya agar terlihat alamiah pertumbuhannya.

Dokter akan membuat lubang kecil dengan pisau atau jarum pada area kulit kepala yang akan dilakukan transplantasi rambut. Kemudian rambut ditempatkan di lubang tersebut. Selama satu sesi ini, transplanasi dapat berlangsung ratusan hingga ribuan rambut sekaligus.

Baca juga :   Fase Mitosis : Interfase, Profase, Metafase, Anafase dan Telofase

Setelah proses penanaman (grafting), dan penutupan luka dilakukan untuk beberapa hari. Proses penanaman berlangsung setidaknya 4 jam atau lebih. Rambut membutuhkan waktu setidaknya beberapa bulan untuk tumbuh normal dan penyembuhan kulit kepala.

Kondisi setelah Transplantasi Rambut (Cangkok Rambut)

Kulit kepala menjadi terluka dan membutuhkan pengobatan setelah tindakan pembedahan ini, seperti :

  • Diberikan obat antinyeri dan antibiotik untuk menurunkan risiko infeksi
  • Digunakan obat anti-inflamasi untuk mencegah pembengkakan dan reaksi peradangan

Kebanyakan pasien dapat kembali bekerja dalam beberapa hari setelah tindakan pembedahan. Sangat normal transplantasi ini, rambut rontok atau beberapa terjatuh dalam 2-3 minggu setelah tindakan. Ini akan membuat pertumbuhan rambut baru. Kebanyakan orang akan melihat sekitar 60% rambut baru dalam 6-9 bulan setelah tindakan.

Pemberian Minoksidil, atau propecia akan memperbaiki pertumbuhan rambut dan mempercepatnya. Obat ini juga akan membantu memperlambat atau menghentikan rambut rontok di kemudian hari.

Komplikasi dan Efek Samping Transplantasi Rambut (Cangkok Rambut)

Efek samping dari prosedur ini biasanya minor dan menghilang dalam beberapa minggu. Efek samping yang mungkin terjadi diantaranya:

  • Perdarahan dan infeksi pada kulit kepala
  • Pembengkakan pada kulit kepala
  • Kemerahan pada sekitar mata
  • Muncul krusta pada area rambut yang diambil atau yang ditanam
  • Sensasi kebas pada area kulit kepala dan kadang gatal
  • Peradangan dan infeksi pada folikel rambut (folikulitis)
  • Rambut rontok sementara pada rambut yang telah ditanam
  • Rambut tumbuh tidak alamiah

Jika anda tidak menggunakan obat seperti minoksidil dan propecia atau terapi laser, pasien dapat mengalami rambut rontok pada area kulit kepala. Sangat penting mendiskusikan tentang sebelum merencanakan tindakan ini, termasuk dari segi prosedur, risiko, biaya, dan faktor-faktor medis non-medis lainnya termasuk hukum syariat apakah boleh atau tidak.

Baca juga :   Penyebab Menopause Dini : Tinjauan Referensi Medis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here