Imunisasi saat hamil : Panduan Vaksinasi Ibu Hamil

Imunisasi Ibu Hamil yang aman

0
90

Imunisasi saat hamil merupakan bagian yang penting bagi kesehatan dan membantu menangani serta mencegah penyakit seperti flu, hepatitis, varisela dan penyakit lainnya. Ketika ibu sedang hamil, vaksin ini dapat melindungi ibu dan janin. Ada beberapa vaksin yang direkomendasikan selama hamil untuk melindungi ibu dan janinnya.

Tetaplah yakin bahwa vaksin dibutuhkan sebelum kehamilan, dan aman ketika hamil. Sebelum menerima berbagai vaksin ketika hamil, anda harus mengetahui jenis vaksin tersebut, manfaat, hingga efek sampingnya. Pemberian vaksin ini diberikan petugas kesehatan, baik dokter dan petugas kesehatan lainnya. Ketika anda ingin bepergian terutama ke daerah dengan risiko penyakit tertentu, sangat penting diberikan vaksinasi.

Imunisasi saat Hamil (Sebelum Kehamilan)

Vaksin MMR (vaksin measles, mumps dan rubela) sering diberikan. Jika anda tidak memperoleh vaksin ini, rubella dapat menjadi kasus serius dan komplikasi ke bayi. Sangat direkomendasikan ibu untuk mendapat vaksin rubela pada 1 bulan sebelum kehamilan. TDap vaksin dapat melindungi ibu dari tetanus, diferi dan pertusis (batuk rejan). Vaksin ini dapat digunakan sebelum kehamilan atau setelah usia kehamilan mencapai lebih dari 20 minggu.

Varisela disebut juga dengan chicken pox. Varisela menjadi penyakit yang memicu defek lahir dan komplikasi selama kehamilan. Sebagai catatan, vaksin MMR harus diberikan 1 bulan sebelum kehamilan. Sehingga patut menjadi perhatian.

Imunisasi Saat Hamil (Ketika Sedang Kehamilan)

Hepatitis B (Hep-B) adalah penyakit liver serius yang menyebar karena paparan darah yang terinfeksi atau cairan tubuh. Ibu dengan diagnosis hepatitis B memiliki risiko tinggi menularkan virus ini ke bayi. Vaksinasi ini akan melindungi bayi dari terinfeksi.

Flu, vaksi Flu aman diberikan selama kehamilan dan direkomendasikan ketika musim flu (bulan oktober hingga mei). Sangat penting ibu memperoleh vaksin inaktif dari virus yang dilemahkan (injeksi) dibandingkan menerima dalam bentuk vaksin hidup (nasal spray).

Baca juga :   Jenis Probiotik : Manfaat hingga Sumber Alamiahnya
Jenis Vaksin Sebelum Kehamilan Saat Hamil Setelah kehamilan
MMR Boleh Boleh
Tdap Boleh Boleh Boleh
Varisela Boleh Boleh
Hepatitis B Boleh Boleh Boleh
Flu Boleh Boleh Boleh

Mitos Tentang Vaksin dan Autisme saat Kehamilan

Beberapa tahun yang lalu, penelitian yang dipublikasikan mengklaim bahwa vaksin MMR dapat menyebabkan autisme pada anak. Sejak saat itu, WHO melakukan penelitian lebih lanjut tentang vaksin ini. Konsensus yang ada mengatakan tidak ada hubungan antara vaksinasi dan onset kejadian autisme.

Akhirnya muncul stigma bahwa menggunakan vaksin MMR tidak aman bagi anak, tetapi sekarang sangat direkomendasikan oleh tenaga kesehatan. Banyak ibu masih khawatir hubungan vaksin dan autisme tetapi sekarang stigma tersebut mulai berkurang bahwa vaksin akan melindungi anak. Sangat penting melihat penelitian terbaru, dan kualitas penelitian untuk memperoleh keputusan dan informasi yang akurat.

Oleh: dr. Wiwid Santiko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here