Penyebab Nyeri Testis : Gejala hingga Pengobatan

0
162

Penyebab nyeri testis banyak sekali, seperti kerusakan pada syaraf di skrotum, peradangan testis, infeksi menular seksual, hidrokel, hernia, batu ginjal, hingga varises (varikokel). Testis adalah organ reproduksi pada laki-laki yang berada di skrotum dan berbentuk seperti telur. Nyeri pada testis dapat disebabkan injuri minor. Meskipun gejala bisa muncul dan hilang, anda memerlukan pemeriksaan medis.

Nyeri pada skrotum dapat berasal dari penyakit serius seperti torsio tesis dan penyakit menular seksual. Membiarkan nyeri ini, dapat menyebabkan kerusakan yang irreversibel pada testis dan skrotum. Sering sekali, masalah pada testis menyebabkan nyeri perut dan selangkangan sebelum nyeri pada testis terbentuk. Nyeri ini membutuhkan evaluasi dari dokter.

Penyebab Nyeri testis tersering

Trauma dan injuri pada testis dapat menyebabkan nyeri tetapi nyeri pada testis sering berasal dari kondisi medis yang membutuhkan pengobatan, seperti :

  • Hidrokel yang dicirikan dengan pembengkakan skrotum
  • Hernia inguinalis dan batu ginjal
  • Kerusakan syaraf skrotum akibat diabetes neuropaty
  • Epididimitis dan peradangan pada testis
  • Kematian sel dan gangren karena torsio testis dan trauma
  • Orchitis dan peradangan pada testis
  • Adanya cairan pada testis (spermatocele)
  • Undescendend testis
  • Varikokel pembesaran vena pada testis

Nyeri pada testis dapat disebabkan torsio testis. Pada kondisi ini, testis menjadi terpuntir, sehingga memotong aliran darah pada testis. Akibatnya sel menjadi kekurangan oksigen dan rusak. Torsio ini adalah kondisi emergensi dan membutuhkan perawatan segera untuk mencegah kerusakan testis. Kejadiannya biasanya terjadi pada laki-laki dengan usia 10-20 tahun.

Nyeri pada testis jarang disebabkan kanker testis. Kanker testis memicu terbentuknya benjolan pada testis dan biasanya tidak nyeri. Apabila terdapat benjolan pada testis, silahkan periksakan kepada dokter terdekat anda.

Baca juga :   Demam ketika Hamil : Bahaya tidak buat Janin?

Kapan harus Periksa ke Dokter

Hubungi dokter terdekat anda apabila terdapat gejala berikut ini, seperti:

  • Terdapat dan merasa ada benjolan pada skrotum
  • Anak demam dan skrotum kemerahan, hangat ketika disentuh dan nyeri
  • Kontak dengan seseorang dengan penyakit gondongan, parotitis atau mumps.
  • Nyeri tiba-tiba dan berat
  • Nyeri disertai mual dan muntah
  • Nyeri muncul dan pembengkakan terjadi beberapa saat kemudian

Pengobatan Nyeri Testis

Nyeri yang tidak membutuhkan tindakan segera dengan medis dapat diobati dirumah dengan cara : memakai celana pelindung skrotum, mengkompres dengan es pada pembengkakan skrotum, mandi di air hangat, memakai obat antinyeri seperti parasetamol dan ibuprofen.

Untuk nyeri yang lebih berat, harus dilakukan pemeriksaan tambahan seperti : USG pada testis dan kantung skrotum, urinalisis, kultur urin, dan pemeriksaan sekret prostat dengan pemeriksaan rektum. Pengobatan bila penyebab sudah didapat, dapat diberikan:

  • Antibiotik untuk mengobati infeksi
  • Tindakan bedah untuk mengembalikan puntiran apabila terjadi torsio testis
  • Antinyeri
  • Tindakan pembedahan untuk mengurangi akumulasi cairan pada testis (hidrokel)

Komplikasi apabila dibiarkan adalah kerusakan permanen pada testis dan skrotum dan memicu infertilitas atau kemandulan. Torsio testis dapat memicu gangren dan sangat mengancam jiwa. Untuk pencegahannya, anda dapat melakukan:

  • Memakai celana atletik untuk mencegah injuri pada testis
  • Menggunakan pengaman apabila berhubungan seksual
  • Memeriksa testis rutin terutama apabila terdapat benjolan
  • Mengkosongkan kandung kemih untuk mencegah infeksi saluran kemih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here