Hati-hati Penularan Leptospirosis, Cegah Sejak Dini

Pencegahan Leptospirosis pada musim penghujan dan banjir diperlukan, dengan menekan host tikus

Penularan leptospirosis kerap terjadi di masyarakat pada saat musim penghujan, terlebih saat tempat tinggal masyarakat terendam banjir. Dampak banjir memang tidak hanya memberikan kerugian secara finansial saja, melainkan masalah kesehatan.

Sedangkan penyakit leptospirosis sendiri merupakan salah satu penyakit yang terbilang jarang diketahui banyak orang. Penyakit ini bersumber dari kencing tikus yang terkandung bakteri berbahaya bagi manusia.

Selain tikus, perantara penyakit ini menyerang manusia juga bisa terjadi dari beberapa hewan lainnya seperti babi, anjing, kuda, dan lain sebagainya. Sangat disarankan setelah berkontak langsung, Anda harus segera membersihkan diri.

Penularan penyakit leptospirosis sendiri terjadi ketika bakteri tersebut masuk ke dalam kulit manusia apabila sedang lecet. Tidak bisa dipungkiri bahwa kulit yang terbuka mempermudah penyakit ini masuk ke dalam pori-pori manusia.

Menyerangnya penyakit ini tentunya dapat memberikan dampak kepada seseorang bermacam-macam mulai dari demam, mata memerah, dan lain sebagainya. Tentu hal tersebut dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.

Gejala Setelah Penularan Leptospirosis

Tentu saja bagi seseorang yang tertular penyakit ini bisa dilihat dari gejalanya. Apabila gejala tersebut terjadi, maka sebaginya langsung konsultasikan ke dokter. Untuk beberapa gejalanya yaitu Anda bisa simak sebagai berikut ini.

Sedangkan dari beberapa kasus yang ada, gejala dari penularan leptospirosis tersebut akan akan muncul sekitar 1 sampai 2 minggu. Barulah setelah waktu tersebut, bakteri leptospira menyebar kepada penderitanya. Untuk gejalanya yaitu sebagai berikut ini.

  1. Demam

Salah satu gejala yang kerap muncul sebelum terindikasi penyakit ini, yaitu pada penderitanya akan merasakan demam cukup tinggi. Bahkan demam tersebut membuat tubuh menjadi menggigil, seperti halnya demam pada umumnya.

  1. Sakit Kepala

Demam juga disertai dengan sakit kepala yang sangat mengganggu si penderitanya. Memang terdapat dua kemungkinan, entah dikarenakan terpapar penyakit ini atau penyakit lainnya juga bisa terjadi karena gejala ini.

  1. Diare

Diare juga bisa terjadi pada penderita leptospirosis karena bakteri juga dapat memberikan reaksi ke dalam organ pencernaan manusia. Meskipun begitu, ada perbedaan sedikit antara diare biasa dengan terpapar penyakit ini.

  1. Mata Merah

Saat mengalami beberapa gejala yang sudah disebutkan sebelumnya, biasanya dibarengi dengan mata merah dan mata berair. Namun bagi mereka terserang penyakit leptospirosis ini memiliki gejala mata merah, sehingga bisa mudah di indikasi.

Baca juga :   Kencing Berdarah (Hematuria) : Penyebab hingga Cara Mengobati

Dari beberapa gejala yang terjadi ini sebaiknya jangan diabaikan, akan lebih baik apabila Anda langsung segera memeriksanya ke dokter. Apalagi, sebelumnya Anda sempat menjadi korban bencana banjir di sekitar tempat tinggal.

Pencegahan dari Penularan Leptospirosis

Seperti kata pepatah bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati, sehingga Anda perlu mengetahui tentang bagaimana caranya untuk mencegah masalah ini. Untuk beberapa pencegahan yang bisa dilakukan yaitu sebagai berikut.

Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari masalah dari penularan leptospirosis yaitu selalu mengenakan pakaian pelindung. Sedangkan pakaian tersebut digunakan apabila Anda bekerja di daerah yang berisiko terjadinya penularan.

Misalnya Anda bisa menggunakan sarung tangan, sepatu bot, dan jenis perlengkapan lain apabila terjadi banjir di lokasi tempat tinggal Anda. Cara ini sangat efektif dalam pencegahan tertularnya berbagai macam penyakit.

Berikutnya, Anda juga perlu menghindari untuk berendam di daerah seperti air danau, sungai, kubangan. Tempat-tempat tersebut merupakan tempat paling berisiko karena hewan seperti sapi bisa jadi perantara penularan bakteri.

Pastinya dalam melakukan aktivitas apapun, menjaga kebersihan menjadi satu-satunya cara terbaik untuk terhindari dari penyakit ini. Hal tersebut dikarenakan penularan leptospirosis muncul saat manusia tersebut kurang menjaga kebersihannya.

Referensi:
Rajapakse, S. 2022. Leptospirosis: clinical aspects
Crecelius EM, 2020. Leptospirosis, J. Spec Oper Med.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *