Menoragia (Perdarahan Banyak Mens) : Gejala hingga Pengobatan

0
151

Menoragia adalah terminologi siklus menstruasi dengan perdarahan lama dan hebat lebih dari 80 cc. kondisi ini sangat menjadi perhatian kita karena dapat berisiko terjadi syok hemoragik dan anemia berat. nyeri perut kram dirasakan.

Pemeriksaan medis diperlukan terutama terhadap perdarahan lebih dari 1 pembaluut dalam 1 jam atau lebih dari 2 jam. Selain itu anda harus waspada apabila ditemukan perdarahan pervaginal yang tidak teratur serta adanya perdarahan setelah fase menopause.

GEJALA MENORAGIA

Tanda dan gejala menoragia meliputi:

  1. Perdarahan pada 1 tampon setiap jam dalam beberapa jam.
  2. Perdarahan berlangsung lebih dari 1 minggu
  3. Waktu pembekuan darah lebih dari 15 menit
  4. Terdapat tanda anemia, seperti lemah lesu, pucat, nafas pendek

PENYEBAB MENORAGIA

Pada beberapa kasus, penyebab perdarahan ini tidak diketahui. Beberapa kondisi dapat menjadi penyebab, diantaranya:

  1. Ketidakseimbangan hormone : keseimbangan hormone estrogen dan progesterone berperan dalam mengatur mukosa endometrium selama mens. Jika hormone tidak seimbang, maka akan berkembang perdarahan. Kondisi ketidak seimbangan hormone seperti PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).
  2. Disfungsi Ovarium : jika ovarium tidak berovulasi mengeluarkan sel telur, maka hormone progesterone tidak diproduksi. Akibatnya terjadi ketidak seimbangan hormonal dan terjadilah menoragia.
  3. Fibroid Uterus : adanya jaringan non kanker pada Rahim dalam bentuk fibroid dapat memicu perdarahan hebat dan lama.
  4. Polips : adanya jaringan jinak, kecil di mukosa Rahim (polips) dapat memicu perdarahan.
  5. Adenomyosis : kondisi ini terjadi ketika adanya kelenjar dari endometrium abnormal di myometrium dan memicu perdarahan.
  6. Pemakaian IUD : perdarahan ini dapat terjadi akibat pengunaan alat IUD untuk mengendalikan kehamilan. Bila ini terjadi, gantilah alat pengendali kehamilan anda dengan metode lain seperti pil, suntik sesuai saran dokter.
  7. Kanker : adanya kanker leher Rahim dan kanker Rahim dapat memicu perdarahan terutama dengan abnormalitas pada pap test.
  8. Penggunaan obat-obatan : obat-obatan anti inflamasi, obat hormonal seperti estrogen dan progestin, dan antikoagulan seperti warfarin dan enoksaparin dapat memicu perdarahan.
Baca juga :   Edema Pulmo Akut (Edema Paru) : Gejala hingga Pengobatan

FAKTOR RISIKO MENORAGIA

Faktor risiko meliputi usia tua, dan genetik. Pada siklus normal, sel telur dikeluarkan dari ovarium menstimulasi tubuh memproduksi progesteroin, sebuah hormone yang menjaga siklus mens tetap reguler. Ketika sel telur tidak dikeluarkan, maka progesterone sedikit yang dikeluarkan dan memicu perdarahan. Menoragia dapat terjadi pada remaja karena anovulasi, terutama pada tahun pertama setelah mens pertamanya. Pada usia tua, biasanya karena patologis uterus seperti fibroid, polips, dan adenomyosis.

PEMERIKSAAN MENORAGIA

  1. Darah rutin : untuk mengevaluasi hemoglobin, mch mcv dan mchc menentukan anemia, serta pemeriksaan gangguan pembekuan darah (bleeding time and clotting time).
  2. PAP test : pemeriksaan sampel leher Rahim untuk melihat infeksi, peradangan dan jaringan kanker.
  3. Biopsi Endometrial : memeriksa jaringan patologi anatomi.
  4. USG : melihat Rahim, ovarium dan jaringan sekitar.

PENGOBATAN MENORAGIA

Pengobatan haruslah ke dokter. Berapa jenis obat yang digunakan, diantaranya:

  1. NSAID : mengurangi nyeri kram perut.
  2. Asam Traneksamat : mengurangi perdarahan dengan memvasokonstriksikan pembuluh darah.
  3. Obat Keluarga Berencana dan progesterone oral : mengendalikan siklus mens dan mengurangi menoragia.
  4. IUD hormonal : IUD jenis progestin dengan membuat mukosa Rahim tipis dan mengurangi kram serta aliran darah.

Adapun tindakan definitif yang dapat dilakukan adalah : dilatasi dan kuretase, embolisasi arteri uterine, focused Ultrasound Surgery, Myomektomi, ablasi endometrial, reseksi endometrial dan Hysterektomi. Apabila anda mengalami hal ini, segeralah ke dokter terdekat anda terutama bila terjadi kegawatdaruratan yang mengancam jiwa.

Referensi:
CDC. 2017. Heavy Mesntrual Bleeding
Cunningham et al. 2017. Abnormal Uterine Bleeding in Williams Obstetrics 24th edition.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here