Bronkopneumonia : Gejala, Pemeriksaan hingga Pengobatan

0
1449

Bronkopneumonia adalah salah satu jenis pneumonia yang disertai dengan peradangan pada bronkus, saluran udara setelah trachea yang menuju ke paru-paru kanan dan kiri. Pneumonia dikategorikan dengan infeksi paru dan disebabkan jamur, virus atau bakteri. Kuman tersebut akan menyebabkan peradangan dan infeksi di alveolus di paru.

Beberapa orang dengan bronkopneumonia ini akan memiliki masalah pernafasan karena kontriksi dari saluran nafas. Melalui peradangan ini, paru-paru dapat kekurangan aliran udara. Gejala dari penyakit ini dapat ringan hingga berat.

Penyebab Bronkopneumonia

Kebanyakan kasus disebabkan oleh bakteri. Bakteri dapat menyebar melalui bersin dan batuk atau menghirup udara dengan kontaminan bakteri. Kondisi ini membutuhkan perawatan di rumah sakit dan harus diobati dengan pemberian antibiotik.

Bakteri yang sering menyebabkan adalah:

  • Staphylococcus aureus
  • Escherichia coli
  • Proteus
  • Klibsiela pneumonia
  • Haemophilus influenza
  • Pseudomonas aeruginosa

Faktor risiko penyakit ini diantaranya:

  • Usia : seseorang dengan usia 65 tahun atau lebih atau anak dengan usia kurang dari 2 taun berisiko terkena penyakit ini.
  • Lingkungan : seseorang yang beerja, dirumah sakit, fasilitas kesehatan sangat berisiko berkembangnya penyakit ini karena sering terpapar dengan pasien
  • Gaya hidup : merokok, nutrisi yang buruk dan menggunakan alkohol dapat meningkatkan risiko bronkopneumonia.
  • Kondisi medis : memiliki penyakit tertentu seperti PPOK, asma, HIV, AIDS, pengobatan kemoterapi, penyakit jantung, diabetes, batuk kronis, lupus SLE, reumathoid artritis, juga meningkatkan kejadian penyakit ini.

Gejala Bronkopneumonia

Gejala dari penyakit ini hampir sama dengan pneumonia. Kondisi ini dimulai dengan gejala seperti Flu yang dapat memberat dalam beberapa hari. Gejala terutama muncul bila pasien dalam penurunan imunitas tubuh. Gejala lainnya meliputi:

  • Demam dan sesak nafas
  • Nyeri dada
  • Batuk dengan dahak
  • Pernafasan cepat dan mudah berkeringat
  • Menggigil
  • Pusing dan nyeri sendi
  • Lemah lesu dan kebingungan
  • Pleurisy atau nyeri dada akibat peradangan berlebih karena batuk
Baca juga :   Syok Anafilaktik : Gejala, Pemeriksaan dan Pengobatan

Gejala pada anak dan balita, sangat berbeda. Batuk menjadi gejala utama disertai dengan:

  • Denyut jantung meningkat
  • Retraksi dinding dada dan iritabilitas
  • Penurunan kadar saturasi oksigen
  • Anak tidak ingin makan, dan minum
  • Sumbatan hidung
  • Kesulitan tidur
  • Demam

Pemeriksaan Bronkopneumonia

Diagnosis dari penyakit ini berdasarkan pemeriksaan fisik dan anamnesis. Auskultasi terhadap wheezing (mengi) dan pernafasan tidak normal dilakukan. Di lihat juga ada tidan ronchi, ada cairan di paru atau tidak. Disini harus dibedakan dengan kondisi asma bronchial, pneumonia lobaris dan lainnya.

  1. Pemeriksaan X-ray dada : ditemukan area patch multiple dikedua peru dan kebanyakan di dasar paru.
  2. Darah rutin : melihat kadar sel darah putih, jenis sel darah putih (leukosit) yang meningkat apa, neutrofil atau apa. Untuk mengindikasikan infeksi bakteri.
  3. Kultur darah atau sputum : melihat organisme penyebab infeksi
  4. CT-scan : melihat jaringan paru
  5. Bronkoskopi : memasukkan tabung berisi kamera dan mengambil sampel jaringan paru
  6. Pulse oksimetri : pemeriksaan kadar saturasi oksigen di aliran darah.

Pengobatan Bronkopneumonia

Bronkopneumonia viral tidak membutuhkan pengobatan khusus. Biasanya membaik sendiri selama 2 minggu apabila imunitas tubuh baik. Sedangkan penyebab bakterial dan jamur membutuhkan pengobatan tertentu.

  1. MedikaMentosa

Peresepan antibiotik diberikan jika penyebabnya bakerial. Kebanyakan orang membaik setelah 3-5 hari setelah pengobatan antibiotik. Antibiotik harus dihabiskan untuk mencegah kuman resisten dan kuman kembali lagi. Pada infeksi virus seperti influenza, antiviral dapat diberikan untuk memperpendek gejala dan keparahan.

  1. Perawatan di Rumah Sakit

Perawatan di RS diperlukan jika infeksi sangat berat, dan terutama pasien berupa : usia lebih dari 65 tahun, kesulitan bernafas, nyeri dada, nafas cepat, tekanan darah turun, tanda konfusi, membutuhkan alat bantu nafas, dan penyakit paru kronis. Pengobatan antibiotk intravena dan cairan dapat diberikan. Kadar oksigen tubuh dapat turun sehingga terapi oksigen perlu diberikan untuk mengembalikan secara normal.

Baca juga :   Hepatitis Fulminan : Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Komplikasi dari penyakit ini tergantung penyebab yang mendasari, seperti : sepsis (infeksi menyeluruh tubuh), abses paru, efusi pleura, gagal nafas, gagal ginjal hingga gagal jantung, serangan jantung dan aritmia jantung.

Pada pengobatan anak-anak, tylenol dapat diberikan untuk mengurangi demam disertai pemberian cairan yang cukup. Pada kasus yang berat, inhaler dan nebulizer, cairan IV, oksigen dan alat bantu nafas diberikan.

Pencegahan Bronkopneumonia

Sering menjaga kebersihan, dan cuci tangan dapat mencegah penyakit ini. Vaksinasi terhadap bakteri pneumonia juga. Beberapa pilihan vaksin diantaranya vaksin pneumococcal yang dapat diberikan pada dewasa dan anak-anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here