Meningitis (Radang Selaput Otak) : Gejala dan Pengobatan

Radang selaput otak yang sangat mematikan

0
318

Meningitis atau radang selaput otak adalah adanya peradangan pada lapisan meninges, lapisan yang melapisi otak dan medula spinalis karena cairan disekitar meniges (Cairan serebrospinal) terinfeksi.

Kebanyakan penyebab dari penyakit ini adalah infeksi virus dan bakteri. Penyebab lainnya, diantaranya : kanker, iritasi senyawa kimia, jamur dan alergi obat. Meningitis bakterial dan viral sangat menular, dan dapat ditularkan melalui batuk, dan bersin.

Jenis Meningitis (Radang Selaput Otak)

Infeksi bakterial dan viral adalah penyebab tersering. Terdapat tiga bentuk dari penyakit ini, pertama kriptokokkal (disebabkan jamur), dan karsinomatosa yang berhubungan dengan kanker.

  1. Meningitis Viral

Radang selaput otak karena virus menjadi bentuk tersering. Virus tersering yaitu enteroviru dengan 85% kasus, dan ditemukan pada musim semi dan gugur. Bentuk virusnya termasuk : coksackievirus A, B dan echovirus.

Viru dalam kategori enterovirus ini menyebabkan 10-15 juta infeksi pertahunnya, dan sebagian kecilnya berkembang menjadi radang selaput otak. Adapun virus lain yang menjadi penyebab, diantaranya: influenza, mumps (Parotitis atau gondongan), HIV, measles (campak), dan virus herpes. Infeksi viral ini akan sembuh sendiri tanpa pengobatan.

  1. Meningitis Bakterial

Penyebab bakterial juga sangat menular dan sangat fatal jika tidak diobati segera. Sekitar 5-40% anak dan 20-50% dewasa mengalalmi kematian. Bakteri yang sering menyebabkan infeksi ini diantaranya:

  • Streptokokus pneumonia, ditemukan pada saluran nafas, sinus, dan lubang hidung. Disebut juga dengan pneumokokkal meningitis.
  • Neisseria meningitidis, yang menyebar melalui ludah dan cairan saluran nafas, dan disebut dengan meningokokkal meningiitis.
  • Haemophilus influenza, tidak hanya menginfeksi selaput otak, juga meradangkan saluran nafas, selulitis dan artritis.
  • Listeria monocytogen, bakteri yang ditemukan pada makanan.

Gejala Meningitis (Radang Selaput Otak)

Gejala peradangan selaput otak ini baik viral dan bakterial dapat sama di fase awal, tetapi gejala bakterial lebih berat. Gejalanya sangat berbeda tergantung usia penderita.

Baca juga :   Imunisasi Polio (IPV) : Manfaat hingga Efek Samping (Lengkap)
Meningitis Viral Anak Meningitis Viral Dewasa Meningitis Bakterial
Penurunan nafsu makan Pusing dan demam Demam dan pusing kepala
Iritabilitas Kejang dan kekakuan leher Kekakuan leher
Mengantuk Sensitifitas terhadap cahaya Mual dan muntah
Lemah lesu dan letargis Mengantuk dan letargis Penurunan mental status dan iritabilitas
demam Mual muntah dan penurunan nafsu makan Sensitif terhadap cahaya

Segeralah periksa ke dokter jika anda menemukan gejala tersebut. Biasanya penyebab bakterial sangat mematikan. Anda mungkin sulit membedakan ini karena viral atau karena bakterial. Bawalah penderita ke dokter terdekat, dan dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan dan tatalaksana yang tepat.

Komplikasi dari radang selaput otak ini adalah : Kejang, penurunan pendengaran, kerusakan otak, hidrosefalus, dan efusi subdural atau adanya cairan antara otak dan tulang tengkorak. Sebelum komplikasi tersebut terjadi, periksa ke dokter menjadi jalan terbaik.

Pemeriksaan Meningitis (Radang Selaput Otak)

Diagnosis radang selaput otak didasarkan pada anamnesis penggalian gejala, riwayat dan pemeriksaan fisik. Usia, tempat tinggal, status sosio ekonomi menjadi klue terpenting. Selama pemeriksaan fisik, akan dilihat:

  • Demam
  • Peningkatan denyut jantung dan tekanan darah
  • Kekakuan leher
  • Penurunan kesadaran

Pungsi lumbal dapat dilakukan untuk memeriksa cairan serebrospinal dan melakukan kultur. Peningkatan tekanan intrakranial dapat dilihat juga. Peradangan dan infeksi bakteria dilihat dari cairan serebrospinal. Tes ini juga dapat memeriksa kepekaan antibiotik yang terbaik. Adapun pemeriksaan lain, dapat dilakukan seperti:

  • Kultur Darah : untuk memeriksa bakteri di darah. Bakteri dapat menyebar dari darah ke otak. N. Meningitidis dan S. Pneumonia dapat memicu sepsis (infeksi menyeluruh).
  • Darah rutin : melihat status kesehatan umum, untuk memeriksa sel darah merah, se darah putih. Sel darah putih yang meningkat menunjukkan adanya infeksi.
  • X-ray dada : melihat adanya pneumonia, tuberkulosis dan infeksi jamur karena radang selaput otak dapat terjadi setelah pneumonia.
  • CT-scan : melihat masalah di kepala seperti abses otak, dan sinusitis. Bakteri dapat menyebar dari sinus ke lapisan otak.
Baca juga :   Cara menggunakan tetes mata dengan Benar : Step-by-step

Pengobatan Meningitis (Radang Selaput Otak)

Pengobatan infeksi ini tergantung penyebab yang mendasari. Penyebab bakterial membutuhkan perawatan dirumah sakit. Diagnosis dini dan pengobatan dini akan mencegah kerusakan otak dan kematian. Radang selaput otak karena bakterial diobati dengan antibiotik intravena. Untuk antibiotiknya tergantung kuman yan dikultur.

Penyebab jamur diobati dengan antifungal. Penyebab viral, tidak diobati dan biasanya sembuh sendiri. Gejala biasanya menghilang dalam dua minggu. Belum ditemukan masalah serius bila penyebabnya adalah virus.

Untuk pencegahan, menjaga kesehatanakan menurunkan risiko terinfeksi. Istirahat yang cukup, tidak merokok dan menghindari kontak pada pasien sakit. Jika anda sering kontak dengan penderita, antibiotik profilaksis dapat diberikan. Ini akan menurunkan kemungkinan berkembangnya penyakit ini.

Vaksinasi juga dapat mencegah dari infeksi ini. Vaksin ini akan melindungi anda:

Ada beberapa kelompok orang yang berisiko besar terkena infeksi radang selaput otak ini, diantaranya:

  • Seseorang yang belum melakukan vaksinasi/imunisasi dan tinggal didaerah infeksius
  • Remaja dengan usia 11-12 tahun
  • Remaja yang tidak vaksinasi
  • Seseorang yang berkunjung pada daerah atau negara dimana infeksi radang selaput otak kejadiannya tinggi
  • Anak dengan usia 2 tahun atau lebih yang tidak memiliki lien atau dalam keadaan imunitas menurun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here