Perbedaan Splinting dan Casting pada Tatalaksana Patah Tulang

Perbedan Splint dan Cast : Ketahhui Slab, plaster paris dan Imobilisasi dalam Orthopedi

Cari Perbedaan1222 Views

Perbedaan splinting dan casting, ketika seseorang mengalami kondisi patah tulang, perawatan medis yang tepat harus diberikan untuk membantu mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi. Dua opsi perawatan yang umum digunakan adalah splinting dan casting.

Kedua metode ini memiliki perbedaan dalam cara mereka digunakan dan kapan sebaiknya digunakan. Oleh karena itu, kami akan menjelaskan perbedaan kedua langkah tersebut secara jelas dan terperinci.

Perbedaan Splinting dan Casting Pada Kondisi Patah Tulang

Perlu diketahui pada dasarnya dua metode ini memang hampir mirip. Baik cast atau split merupakan penutupan atau pembungkusan pada bagian yang terluka. Dengan begini, keadaannya tidak akan parah.

Hanya saja, dalam prosesnya mempunyai perbedaan. Sebenarnya tidak terlalu besar, tetapi cukup signifikan bagi Anda yang mengalaminya. Berikut akan kami sampaikan bagaimana perbedaan keduanya sampai kebutuhan biayanya.

1.     Splinting

Splinting atau slab adalah pemasangan fiksasi dengan gips yang parsial dan tidak melingkar penuh. Splinting adalah proses pemasangan alat bantu seperti pembalut atau penyangga yang memberikan dukungan pada daerah yang patah, tanpa membalut seluruh anggota badan. Biasanya digunakan untuk keadaan ringan

Bisa juga dimanfaatkan pada kasus di mana perlu dilakukan pengamatan lebih lanjut terhadap area yang cedera sebelum memutuskan ke tahapan selanjutnya. Peran dari metode ini adalah menjaga cidera.

Pada perbedaan splinting dan casting kondisi patah tulang ini, setiap pasien tidak boleh bergerak sama sekali, takutnya saat melakukan hal tersebut dan keadaannya akan bertambah parah. Dengan balutan tersebut memungkinkan anggota tubuh tetap diam.

Baca juga :   Perbedaan Defibrilator Monofasik dan Bifasik (Lengkap)

Pergerakan akan membuat pembuluh darah, serabut syaraf serta otot akan rusak. Kalau sudah begitu, nantinya penanganan medis semakin panjang serta rumit. Maka splinting sangat diperlukan untuk menghindarinya.

Perbedaan Splinting dan casting kondisi patah tulang ini sebenarnya digunakan bagi pasien yang mengalami kondisi terkilir, pergerakan sendi, nyeri di bagian cidera, serta tendonitis. Hanya saja, sebelum pemasangan harus mengetahui dulu beberapa hal.

Mulai dari keadaan pasien seperti adanya sindorm kompartemen, gangguan neurovaskular, adanya nyeri di beberapa bagian akibat pasca operasi. Jika itu terjadi, sebaiknya metode ini tidak digunakan sama sekali1Boyd. 2009. Splints and Casts: Indication and Methods. Am Fam Physican..

Jika mengalami rasa nyeri berlebihan dan semakin parah, rasa terbakar atau seperti tersengat sesuatu pada area cidera. Kemudian, jari-jarinya terasa sulit digerakkan maka disarankan segera hubungi dokter.

2.     Casting

Casting adalah penggunaan gips yang sirkuler untuk fiksasi fraktur. Pengobatan pada kondisi patah tulang juga dikenal dengan nama casting. Metode ini adalah proses membungkus anggota badan dengan bahan yang keras seperti fiberglass atau plester untuk mengurangi pergerakan.

Proses penyembuhan ini digunakan untuk keadaan serius atau bila splinting tidak cukup memberikan dukungan. Casting dapat membantu mempertahankan posisi tulang yang benar dan mencegah pergeseran selama proses penyembuhan.

Keadaan seperti ini sangat diperlukan, sehingga mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi. Bila keadaan itu terjadi, akan berdampak buruk bahkan cideranya kondisi patah tulang semakin serius.

Baca juga :   Perbedaan Insulin dan Glukagon : Hormon Gula Darah

Salah satu keuntungan casting adalah memberikan perlindungan yang lebih baik pada area luka, sehingga mencegah terjadinya lecet pada titik tersebut. Selain itu, mampu meningkatkan kenyamanan pasien. Baca juga Osteomyelitis, infeksi tulang.

Sayangnya, metode ini juga memiliki kekurangan, seperti tidak memungkinkan pasien untuk membersihkan area di bawahnya secara efektif, dan kesulitan dalam mobilitas seluruh anggota badan terasa sangat sulit, butuh dibantu2Boyd. 2009. Principles of Casting and Splinting. Am Fam Physican..

Jenis Splinting dan Casting

Keypoint Perbedaan Splinting dan Casting

1. Tujuan Splinting dan Casting

Splinting dan casting dapat dilakukan pada fraktur, sprain, injuri soft tissue hingga dislokasi sendi. Tujuan Splinting dan casting adalah untuk imobilisasi injuri pada orthopedi, diantaranya3HubPages. 2023. Cast and Bandaging Techniques. Https://hubpages.com/hub/Cast-and-Bandaging-Techniques:

  • Meningkatkan penyembuhan fraktur
  • menjaga kelurusan dan alignment tulang
  • mengurangi nyeri
  • membantu kompensasi kelemahan otot sekitar

2. Perbedaanya

  • Splinting konstruksinya nonsirkumferensial, sedangkan casting sirkumferensial (melingkar penuh).
  • Splinting sering diunakan pada kondisi akut fraktur, dan manajemen temporer sebelum dioperasi, sedangkan casting sering menjadi tatalaksana definitif.
  • Splinting lebih minimal komplikasi, lebih mudah dan cepat aplikasinya, tetapi imobilisasinya tidak sekuat casting, sedangkan casting dapat berpotensi kompartemen syndrome tetapi imobilisasinya lebih kuat.
  • Splinting range motion dari area injuri lebih besar, sedangkan casting lebih sedikit. Pada Splinting komplikasi lebih minimal dibanding casting.
  • Splinting lebih sedikit menggunakan bahan gips, sedangkan casting lebih banyak bahan yang digunakan meskipun tergantung teknik dan areanya.
Baca juga :   Perbedaan Arteri dan Vena (Lengkap)

3. Keuntungan Splinting

  • Splinting lebih cepat dan mudah digunakan
  • Dapat berupa statik dan dinamik
  • Karena splinting non-sirkumferensial, maka pembengkakan natural dapat terjadi pada fase awal inflamasi.
  • Lebih sering digunakan pada kondisi cidera akut.
  • minimal risiko kompartemen syndrome.

4. Kekurangan Splinting

  • Penggunaannya terbatas
  • Pergerakan area injury dapat berlebihan misal kendor.
  • Seringnya Bersifat temporer sebelum dilakukan tatalaksana definitif operasi.

5. Kelebihan Casting

  • Efektif dalam imobilisasi fraktur dan cidera
  • dibutuhkan skill dan waktu yang lebih banyak dibanding splinting
  • jika tidak dilakukan dengan betul, risiko komplikasi lebih sering.
  • dapat menjadi tatalaksana definitif pada fraktur dan cidera.

Splinting dan casting merupakan opsi perawatan yang efektif dan selalu digunakan untuk patah tulang. Namun penggunaannya tergantung pada tingkatan cedera seseorang dan bagaimana pengobatan yang diperlukan.

Pilihan terbaik akan ditentukan dokter yang merawat, sehingga pasien harus selalu berkonsultasi agar lekas membaik dan kembali seperti semula. Dengan begini risiko cidera parah pada perbedaan splinting dan casting kondisi patah tulang dapat dihindari.

Referensi

  • 1
    Boyd. 2009. Splints and Casts: Indication and Methods. Am Fam Physican.
  • 2
    Boyd. 2009. Principles of Casting and Splinting. Am Fam Physican.
  • 3
    HubPages. 2023. Cast and Bandaging Techniques. Https://hubpages.com/hub/Cast-and-Bandaging-Techniques

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *