CTEV pada Bayi (Kaki Pengkor): Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

CTEV Congenital Talipes Equinovarus - Kaki Pengkor

Tulang Sehat221 Views

CTEV pada bayi merupakan suatu kelainan lahir yang perlu disadari oleh setiap orang tua. Kelainan yang dimaksud ialah kondisi kaki beserta pergelangan kaki yang membengkok ke bagian dalam. CTEV merupakan clubfoot, deformitas idiopatik yang sering ditemukan di neonatus atau bayi beru lahir.

Masalah medis yang juga disebut sebagai clubfoot ini kira-kira terjadi pada 1 dari 1000 kelahiran. Apabila si kecil mengalami masalah tersebut, dibutuhkan perawatan supaya nantinya tidak menghambat proses tumbuh kembangnya.

Jika tidak diberikan penanganan, dikhawatirkan akan memicu terjadinya cacat permanen. Oleh karena itu, orang tua perlu menyerahkan penanganan kondisi kaki pengkor kepada dokter untuk ditangani secara tepat.

Saat ini tatalaksananya berupa casting metode Ponseti, tindakan pembedahan seperti pemanjangan tendo achiles dan transfer tibialis anterior. Kejadiannya laki-laki dibanding perempuan 2:1, dengan insidensi 1 dari 1000 populasi1Barrie A. 2022. Clubfoot. StatPearls..

Apa Penyebab CTEV pada Bayi?

Penderita CTEV kakinya terpelintir keluar dari posisi aslinya dan jaringan penghubung antara otot dengan tulang lebih pendek daripada seharusnya. Kondisi demikian akan membuatnya sulit berjalan secara normal sehingga perlu ditangani.

Masalah ini lebih mungkin dialami oleh anak laki-laki, yakni dua kali lebih mungkin daripada perempuan. Selain jenis kelamin, setidaknya terdapat 4 faktor yang memicu risiko timbulnya CTEV atau clubfoot.

1.     Kondisi Bawaan

Penyebab pertama dari CTEV pada bayi ialah adanya kelainan kerangka lainnya ketika lahir. Mulai dari terjadinya spina bifida dan cacat lahir akibat tidak berkembangnya tulang belakang beserta sumsum tulang belakang.

2.     Riwayat Keluarga

Riwayat keluarga yang mengalami clubfoot ternyata juga bisa berdampak pada keturunan berikutnya. Ada kemungkinan besar bahwa anak selanjutnya akan menderita masalah medis satu ini apabila sebelumnya sudah ada yang mengalami.

Baca juga :   Mengenal Gejala Scurvy Disease (Skorbut) Pada Tulang akibat Kekurangan Vitamin C

3.     Lingkungan

Perlu diwaspadai bahwa merokok selama kehamilan dapat memicu dampak negatif bagi si kecil. Salah satunya adalah makin tingginya risiko clubfoot apabila ibu terbiasa merokok saat mengandung.

4.     Air Ketuban

Penyebab lainnya adalah tidak cukupnya air ketuban selama kehamilan berlangsung. Jika cairan yang mengelilingi buah hati terlalu sedikit, risiko terjadinya kelainan CTEV akan lebih meningkat.

Begini Gejala CTEV pada Bayi dan Diagnosisnya

CTEV atau clubfoot terjadi akibat memendeknya tendon achilles sehingga kaki akan berputar ke bawah dan ke dalam. Kondisi kakinya akan terputar sampai seperti terbalik dan ditandai dengan berbagai gejala.

Gejala utamanya adalah bagian atas kaki umumnya terpelintir ke bagian bawah atau dalam. Kondisi tersebut meningkatkan lengkungan sekaligus memutar tumit ke bagian dalam, bahkan kaki bisa diputar seolah-olah terbalik. Tanda dan gejala CTEV disingkat dengan CAVE, yaitu:

  1. Cave : penebalan intrinsik otot fleksor halusis longus dan fleksor digitorum longus.
  2. Adductus : Aduksi dari forefoot yang dipicu penebalan otot tibialis posterior.
  3. Varus : penebalan tendoachiles, tibialis posterior dan tibialis anterior.
  4. Equinus : Penebalan tendo achiles2Orthobullets. 2023. https://www.orthobullets.com/pediatrics/4062/clubfoot-congenital-talipes-equinovarus.

Varus dan Equinos ditemukan pada hindfoot, cavus ditemukan pada midfoot sedangkan adductus ditemukan pada forefoot.

CTEV pada bayi juga ditandai salah satu kakinya terlihat lebih pendek dan otot betis menjadi kurang berkembang. Tidak hanya itu, bagian punggung kaki si kecil biasanya akan bengkok ke bawah.

Untuk mendiagnosisnya, diperlukan pemeriksaan fisik dan ­x-ray sebagai langkah pemeriksaan radiologi. Dokter sendiri biasanya sudah menyadari terjadinya kelainan satu ini sesaat sesudah si kecil dilahirkan.

Bahkan, kebanyakan kasus clubfoot sudah bisa dilihat secara jelas sebelum dilahirkan. Biasanya kondisi tersebut terlihat saat dilakukan pemeriksaan ultrasonografi rutin pada usia kandungan minggu ke-20.

Baca juga :   De Quervain’s Tenosynovitis : Definisi, Gejala hingga Pengobatan

Saat sudah diketahui adanya kelainan tersebut, memang tidak ada yang bisa dilakukan sebelum lahir. Akan tetapi, orang tua bisa segera memahami lebih lanjut mengenai CTEV sehingga mulai merencanakan penanganan nantinya.

Jika diabaikan, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah saat anak sudah mulai belajar berdiri hingga berjalan. Anak berisiko mengalami radang sendi hingga ketidakmampuan berjalan normal sebagaimana mestinya.

Hal tersebut karena pergelangan kakinya terpelintir sehingga tidak memungkinkan untuk berjalan menggunakan bagian telapak. Biasanya penderita akan berjalan menggunakan bagian luar atau bahkan atas kakinya jika kasusnya parah.

Pengobatan CTEV pada Bayi dan Pencegahannya

Pengobatan yang bisa diberikan umumnya dimulai sejak minggu pertama atau kedua sejak kelahiran. Hal tersebut dilakukan demi memperbaiki cara kaki bayi terlihat sekaligus bekerja sebelum mulai belajar berjalan. Deteksi dini dilakukan dengan USG selama kehamilan:

  1. USG trimester 1 : melihat anomali termasuk anomali nonmuskuloskeletal. Kebanyakan CTEV terdeteksi pada trimester pertama.
  2. USG trimester 2 : melihat clubfeet leih jelas.
  3. USG trimester 3 : Pada trimester ini, angka false positif lebih tinggi karena rancu dengan crowding intrauterin pada bayi di trimester ketiga.

Biasanya dokter akan merekomendasikan operasi atau teknik peregangan sebagai bentuk penanganan dan pencegahan kecacatan jangka panjang. Selain itu, hendaknya dilakukan pencegahan CTEV seperti berikut ini.

1.     Konsumsi Makanan Sehat

Pencegahan pertama dilakukan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi ketika sedang hamil. Hal tersebut demi memenuhi vitamin dan mineral, seperti asam folat, zat besi, dan kalsium sehingga bisa mencegah clubfoot.

2.     Olahraga Teratur

Olahraga teratur juga sangat penting bagi ibu selama masa kehamilan karena sekaligus bisa meningkatkan kesehatan bayi. Olahraga teratur akan membantu perbaikan peredaran darah serta mencegah pembekuan darah.

3.     Menghindari Rokok & Alkohol

Seperti penjelasan sebelumnya, merokok merupakan salah satu penyebab terjadinya CTEV pada bayi. Selain itu, minuman beralkohol juga bisa meningkatkan risiko CTEV sehingga perlu dihindari selama masa hamil.

Baca juga :   Guyon Canal Syndrome : Anatomi, Gejala hingga Pengobatan

4.     Pemeriksaan Kesehatan Bayi

Pemeriksaan kesehatan bayi secara teratur sangat penting untuk dilakukan dan tidak boleh dilewatkan. Hal tersebut juga sebagai langkah mengidentifikasi apakah ada kelainan, seperti clubfoot atau lainnya.

5.     Mengikuti Saran Dokter

Langkah pencegahan terakhir ialah mengikuti saran dokter terkait cara merawat bayi dengan CTEV. Hal tersebut perlu dilakukan supaya bisa mempercepat penyembuhan sekaligus menurunkan risiko terjadinya komplikasi.

Tatalaksana CTEV pada Bayi

Tatalaksana CTEV atau kaki pengkor meliputi nonoperatif dan operatif.

  1. Non Operatif : tatalaksana ini menggunakan Metode PONSETI, merupakan gold standard dan sekitar >90% pasien dapat ditangani dengan metode ini. Anak dapat jalan, lari dan aktif seperti biasa, bila tidak ditemukan comorbid. Teknik lain adalah : Metode French splinting meskipun lebih jarang digunakan. Terdapat juga sepatu FAO (Foot Abduction Orthrosis) digunakan saat usia 3 bulan selama 2-4 tahun, dan dilepas saat tidur3Zosia Miedzybrodzka. 2003. Congenital talipes equinovarus (clubfoot): a disorder of the foot but not the hand. v.202(1); 2003 Jan PMC1571059.
  2. Operatif : Digunakan beberapa metode seperti Posteromedial soft tissue release and tendong lengthening, medial colum lengthening, telectomy, ring fixator, dan triple artrodesis.

Kondisi bayi saat lahir memang sering kali terdapat hal-hal yang kurang mengenakkan, seperti adanya kelainan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tentang CTEV pada bayi sehingga bisa ditangani secara tepat.

Referensi

  • 1
    Barrie A. 2022. Clubfoot. StatPearls.
  • 2
    Orthobullets. 2023. https://www.orthobullets.com/pediatrics/4062/clubfoot-congenital-talipes-equinovarus.
  • 3
    Zosia Miedzybrodzka. 2003. Congenital talipes equinovarus (clubfoot): a disorder of the foot but not the hand. v.202(1); 2003 Jan PMC1571059

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *