Mengenal Gejala Scurvy Disease (Skorbut) Pada Tulang akibat Kekurangan Vitamin C

Skorbut atau Penyakit Scurvy

Sebagian besar orang mungkin belum mengetahui apa saja gejala scurvy disease. Dalam Orthopedi, penyakit ini ditandai dengan kekurangan vitamin C yang berat dengan gejala efusi sendi, pembengkakan tulang panjang, perdarahan gusi, tanggalnya gigi, hematuria, dan perdarahan.

Sebab penyakit ini memang cukup langka dan tidak umum diderita. Scurvy atau skorbut merupakan penyakit yang terjadi akibat kekurangan vitamin C. Tatalaksana umumnya dengan pemberian Vitamin C.

Vitamin C merupakan salah satu zat yang penting bagi tubuh, salah satunya untuk pembuatan kolagen. Ketika kolagen tidak dapat dibuat dengan baik dan tidak mencukupi kebutuhan tubuh, maka tubuh akan mudah mengalami kerusakan.

Meskipun tergolong langka, tapi skorbut bisa terjadi pada siapa saja karena ada banyak faktor penyebabnya. Agar Anda tidak bermasalah dengan penyakit yang bisa membahayakan tubuh ini, sebaiknya kenali dahulu tentang skorbut melalui paparan berikut.

Insidensi Scurvy ini 8% pada laki-laki dan 6% pada perempuan wanita di US. Adapun Faktor Risikonya adalah Wanita tua, peminum alkohol, perokok, pasien kanker dengan kemoterapi, dan malnutrisi kronik.

Bagaimana Scurvy Disease Dapat Terjadi

Manusia tidak dapat mensintesis L-Asorbic acid karena enzim L-glucolactone oksidase tidak fungsional. Defisiensi Vitamin C ini memicu penurunan sintesis, pembentukan dan regenerasi condrotin sulfat dan kolagen1Callus CA. 2018. Scurvy is Back. Nutr Metab Insights . 2018 Nov 21;11:1178638818809097. doi: 10.1177/1178638818809097. eCollection 2018..

Pada scurvy juga terjad kelainan intraseluler pada hidroksilasi kolagen peptida. Defek terbesar pada metafisis tulang, dan defek di spongiosa tulang metafisis terjadi pada growth plate (Lempeng pertumbuhan tulang).

Mengenal Apa itu Scurvy Disease

Gejala scurvy disease umumnya bisa terlihat setelah terjadi selama 4 minggu, gejalanya bisa berbeda antara anak-anak dan orang dewasa. Untuk skorbut sendiri merupakan suatu penyakit yang muncul karena seseorang kekurangan vitamin C dalam jangka panjang.

Baca juga :   Apa Itu Cangkok Tulang? Mengenal Bone Graft

Kondisi ini memang cukup langka, sebab umumnya kebutuhan vitamin C bisa didapatkan dengan mudah, baik melalui buah maupun sayuran. Oleh sebab itu, jarang sekali yang benar-benar kekurangan sumber mineral tersebut apalagi dalam jangka panjang. Gejala Scurvy Disease2Olmedo JM. 2006. Scurvy: a disease almost forgotten. Int J Dermatol . 2006 Aug;45(8):909-13. doi: 10.1111/j.1365-4632.2006.02844.x.:

  • Lemah dan Lesu
  • Nyeri tulang
  • Nyeri otot karena penurunan produksi kreatin
  • perdarahan gusi dan tanggalnya gigi
  • BAK darah
  • Muntah darah
  • BAB darah
  • Kekurangan Zat besi, karena penurunan Vitamin C akan menurunkan penyerapan zat besi di usus.
  • Muncul Ruam dan petekie

Meskipun demikian, memang selalu ada kemungkinan bisa menderita skorbut, terutama ketika seseorang memiliki kebiasaan hidup tertentu atau sedang menjalani diet tidak biasa. Atau dalam kondisi tubuh tertentu yang membutuhkan lebih banyak vitamin C, tapi tidak terpenuhi.

Tanda dan Gejala pada Pemeriksaan Fisik:

Biasanya, gejala scurvy disease muncul setelah tubuh mengalami deficit vitamin C selama 3 bulan dan baru menunjukkan gejala-gejala parah setelah 5 bulan. Jika kondisi ini terjadi, penanganan oleh dokter diperlukan.

Direkomendasikan dilakukan pemeriksaan radiografi pada : xray wrist (Pergelangan Tangan), lutut, dan tulang sternum dan Costae (Tulang Iga).

Apabila skorbut tidak ditangani dengan benar, maka dapat menyebabkan tubuh mengalami kerusakan, terutama tidak memiliki daya imunitas untuk mencegah berbagai jenis penyakit.

Penyebab dan Gejala Scurvy

Skorbut berpotensi terjadi pada semua orang, meskipun memang tidak sering terjadi, bahkan dikatakan kasus skorbut cukup langka. Beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang dapat menderita scurvy adalah:

  1. Menjalani diet yang tidak biasa sehingga menyebabkan tubuh kekurangan asupan vitamin C dalam jangka panjang tanpa disadari.
  2. Makan dalam jumlah lebih sedikit sehingga asupan mineral yang masuk ke dalam tubuh juga berkurang. Hal ini juga bisa disebabkan oleh pengobatan penyakit tertentu, misalnya kemoterapi atau radioterapi.
  3. Menderita penyakit gangguan penyerapan nutrisi, seperti diare kronis, colitis ulseratif, atau penyakit crohn.
  4. Merokok sehingga menurunkan jumlah penyerapan tubuh terhadap vitamin C.
  5. Konsumsi alkohol di luar batas kewajaran.
  6. Kondisi tertentu seperti hamil atau menyusui, kedua kondisi ini membutuhkan asupan vitamin C lebih banyak, tapi terkadang tidak diimbangi dengan penambahan konsumsi zat tersebut secara cukup.
Baca juga :   CTEV pada Bayi (Kaki Pengkor): Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

Adapun beberapa gejala scurvy disease yang muncul setelah kurang lebih 3 bulan penderita mengalaminya adalah:

  1. Merasa lelah dan lemah setiap hari seperti tidak cukup beristirahat setiap harinya.
  2. Munculnya perasaan sedih dan sensitive terhadap hal-hal kecil sehingga membuat suasana hati menjadi buruk.
  3. Merasakan nyeri hebat di daerah sendi dan lutut, bahkan terjadi pembengkakan di area tersebut.
  4. Munculnya bercak kebiruan maupun kemerahan di bawah kulit.
  5. Kulit menjadi lebih mudah memerah dan memar.
  6. Kehilangan nafsu makan.
  7. Luka sulit sembuh.
  8. Pembengkakan dan perdarahan di gusi.
  9. Sesak napas.

Cara Pengobatan dan Pencegahan Scurvy

Karena kemunculan gejala scurvy disease disebabkan kekurangan vitamin C, maka pengobatan yang diberikan oleh dokter adalah pemberian suplemen untuk meredakan gejalanya. Umumnya, kesembuhan pasien skorbut cepat hanya dalam waktu 2-3 minggu.

  • Pengobatan dengan pemberian Vitamin C
  • dilakukan penatalaksanaan gizi buruk dan simtomatis jika ada
  • Vitamin C dapat diberikan 4x250mg selama 1 minggu pada orang dewasa3Maxfield L. 2022. Vitamin C Deficiency. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 Jan..

Akan tetapi, penderita yang sudah pernah mengalami skorbut sangat rentan kembali mendapatkan gejala apabila tidak menjaga pola makan dan mencukupi asupan diperlukan.

Oleh sebab itu, setelah sembuh mantan penderita skorbut harus menjalankan pola makan agar kecukupan vitamin dan mineral tubuh tetap terjaga. Selain itu, pasien juga mungkin membutuhkan penanganan lanjutan untuk kondisi tertentu.

Baca juga :   Cara Menghitung HPL Kelahiran Bayi

Sebagai contoh gejala scurvy disease yang disebabkan oleh gangguan makan, misalnya anorexia, maka perlu melakukan konseling psikolog serta bantuan konsultasi gizi dari ahli gizi. Penanganan perlu dilakukan sebelum pasien mengalami komplikasi seperti:

  1. Sakit kuning yang parah
  2. Anemia
  3. Gigi tanggal
  4. Perdarahan pada organ dalam
  5. Mati rasa di kaki maupun tangan
  6. Kejang hingga mengalami koma

Untuk pencegahan skorbut disarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan dengan kandungan vitamin C tinggi, seperti paprika, lemon, stroberi, nanas, brokoli, dan mengonsumsi buah-buahan serta sayuran tersebut dalam kondisi segar.

Selain itu, kurangi konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan dan tidak atau menghindari merokok. Jika sedang dalam kondisi hamil dan menyusui perlu memperbanyak konsumsi buah dan sayur dengan kandungan vitamin C.

Bagi yang hendak melakukan diet tertentu, sebaiknya konsultasikan dahulu pada dokter atau ahli gizi, terutama jika sudah punya riwayat mengalami scurvy sebelumnya. Sebab bagi yang sudah pernah mengalami skorbut sangat rentan mengalaminya lagi.

Scurvy disease memang bukan penyakit umum terjadi, bahkan masuk dalam kondisi langkah. Akan tetapi, semua orang memiliki faktor risiko terhadap penyakit satu ini, terutama jika tidak mengatur pola makan dengan baik.

Itu dia beberapa penjelasan mengenai penyakit langka scurvy disease. Gejala scurvy disease baru muncul setelah kurang lebih 3 bulan sehingga jika sudah terdiagnosa harus langsung mendapatkan penanganan ahli, baik dokter maupun ahli gizi.

Referensi

  • 1
    Callus CA. 2018. Scurvy is Back. Nutr Metab Insights . 2018 Nov 21;11:1178638818809097. doi: 10.1177/1178638818809097. eCollection 2018.
  • 2
    Olmedo JM. 2006. Scurvy: a disease almost forgotten. Int J Dermatol . 2006 Aug;45(8):909-13. doi: 10.1111/j.1365-4632.2006.02844.x.
  • 3
    Maxfield L. 2022. Vitamin C Deficiency. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 Jan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *