Penyebab Septic Arthritis, Gejala, dan Prosedur Penanganan

Septic Arthritis menjadi kegawatdaruratan bidang Orthopedi yang harus di ketahui

Tulang Sehat114 Views

Septic arthritis adalah salah satu kondisi langka dan serius terhadap sendi, di mana penyebab septic arthritis menurut ilmu medis adalah infeksi, terutama infeksi dari bakteri. Saking langkanya, kondisi ini hanya terjadi sebanyak 2-6 kasus dari 100.000 orang per tahun1Earwood JS. 2021. Septic Arthritis: Diagnosis and Treatment. Am Fam Physician . 2021 Dec 1;104(6):589-597..

Walaupun jarang terjadi, namun kondisi ini perlu segera ditangani karena dapat menyebabkan kerusakan pada sendi yang signifikan dan meningkatkan risiko kematian. Oleh karena itu, diagnosis dan penanganan cepat sangat penting untuk menjaga fungsi sendinya.

Secara umum, kondisi ini lebih banyak terjadi pada anak-anak dibanding orang dewasa, serta lebih banyak terjadi pada laki-laki. Selain itu, penyebab septic arthritis juga bisa ditambah dengan faktor risiko lain, misalnya individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Septic artritis ini berbeda dengan osteoartritis yang merupakan peradangan sendi.

Karena itu, penting untuk mengetahui apa saja penyebab, gejala, hingga prosedur penanganan atau tatalaksana terhadap septic arthtritis. Sebab meskipun langka atau jarang terjadi, namun dampaknya tidak bisa dianggap remeh.

Apa Definisi dan Penyebab Septic Arthritis?

Pada dasarnya, septic arthritis adalah suatu kondisi radang sendi akibat etiologi infeksi seperti bakteri, jamur, mikobakteri, virus, atau patogen lainnya. Bisa terjadi karena bakteri menyebar melalui aliran darah dari bagian tubuh lain atau melalui infeksi dari luka terbuka atau bedah.

Baca juga :   CTEV pada Bayi (Kaki Pengkor): Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

Bakteri Staphylococcus aureus merupakan patogen bakteri yang paling umum di antara pasien dewasa dan anak-anak. Meskipun demikian, penyebab septic arthritis sebenarnya dapat bervariasi tergantung pada usia dan kondisi medis pasien.

Artinya selain Staphylococcus aureus, bisa saja jenis bakteri atau mikroorganisme penyebab infeksinya berbeda. Berikut ini beberapa penyebab terjadinya infeksi pada berbagai kondisi pasien berbeda2Ross JJ. 2017. Septic Arthritis of Native Joints. Infect Dis Clin North Am . 2017 Jun;31(2):203-218. :

  • Kingella kingae adalah penyebab terjadinya infeksi akibat bakteri gram negatif, paling umum terjadi pada anak-anak di bawah usia 2-3 tahun.
  • Pada bayi baru lahir, penyebab paling umum adalah Group B Streptococcus, Staphylococcus aureus, Neisseria gonorrhoeae, dan bakteri gram negatif.
  • Untuk pengidap penyakit sel sabit, terdapat korelasi dengan infeksi Salmonella species.
  • Bagi pasien penerima trapi antibiotik jangka panjang, infeksi jamur bisa jadi salah satu risiko penyebab septic arthritis.
  • Luka tusukan dan penggunaan obat suntik juga memiliki hubungan dengan infeksi sendi akibat Pseudomonas aeruginosa.
  • Neisseria gonorrhoeae dapat menyebabkan radang sendi pada remaja yang aktif secara seksual.
  • Pada pasien dewasa, infeksi Streptococcus pneumoniae kurang umum terjadi, tetapi dapat menjadi sumber infeksi signifikan selain bakteri Staphylococcus aureus.
  • Beberapa virus bisa menjadi penyebab septic arthritis, contohnya Hepatitis A, B, dan C, Parvovirus B19, HIV (virus AIDS), HTLV-1, Adenovirus, Coxsackie viruses, Mumps, Alphaviruses, dan Flaviviruses.
  • Beberapa jamur juga bisa menjadi penyebab, contohnya histoplasma, coccidioides, dan blastomyces. Tetapi, infeksi akibat jamur ini biasanya lebih lambat berkembang dibandingkan infeksi bakteri.
Baca juga :   Guyon Canal Syndrome : Anatomi, Gejala hingga Pengobatan

Berbagai Gejala Septic Arthritis yang Perlu Diperhatikan

Gejala septic arthritis biasanya muncul secara tiba-tiba dengan rasa sakit yang intens, pembengkakan sendi, dan demam. Adapun secara lebih rinci, gejala septic arthritis dapat meliputi:

  • Menggigil
  • Kelelahan atau merasa lemah
  • Demam
  • Tidak dapat menggerakkan anggota tubuh, terutama pada bagian sendi terinfeksi
  • Rasa sakit hebat pada bagian sendi terdampak, terutama saat digerakkan
  • Pembengkakan (peningkatan cairan dalam sendi)
  • Kepanasan (sendi menjadi merah serta hangat saat disentuh karena aliran darah meningkat)

Selain mengamati berbagai gejala di atas, diagnosis untuk melihat penyebab septic arthritis secara lebih akurat adalah melalui prosedur bernama arthrocentesis. Prosedur ini melibatkan tusukan bedah pada sendi untuk mengambil sampel cairan sendi (cairan sinovial).

Biasanya, cairan ini steril serta bertindak sebagai pelumas. Selama arthrocentesis, jarum akan dimasukkan ke dalam sendi terdampak untuk mengumpulkan cairan dari sendi. Kemudian, sampel cairannya akan dikirim ke laboratorium untuk dievaluasi.

Lalu, laboratorium akan menghitung sel darah putih pada cairan, serta akan mencoba mengkultur bakteri atau organisme lain. Hal ini akan membantu dokter menentukan apakah ada infeksi atau tidak, serta organisme apa yang menjadi penyebab septic arthritis tersebut.

Selain itu, gejala kerusakan sendi akibat kondisi ini juga bisa diketahui melalui x-ray. Tes darah bisa dilakukan untuk memantau peradangan, sementara pemindaian MRI bisa membantu mengevaluasi kerusakan sendi.

Baca juga :   Penyakit Blount (Tibia Vara) pada Anak, Ketahui Penyebab dan Gejalanya

Prosedur Penanganan atau Tatalaksana Septic Arthritis

Penanganan atau tatalaksana septic arthritis meliputi pemberian antibiotik yang kuat dan pengosongan cairan sinovial yang terinfeksi dari sendi. Antibiotik tersebut biasanya diberikan secara langsung untuk mencegah penyebaran infeksi3Gottlieb M. 2019. Current Approach to the Evaluation and Management of Septic Arthritis. Pediatr Emerg Care . 2019 Jul;35(7):509-513..

Jika antibiotik intravena (IV) diberikan, maka biasanya memerlukan rawat inap di rumah sakit untuk perawatan awal. Namun, pengobatan lanjutan bisa dilanjutkan di rumah dengan bantuan layanan rawat jalan sesuai pengawasan dokter.

Pada awalnya, antibiotik empiris akan dipilih untuk menangani infeksi. Lalu jika bakteri bisa diidentifikasi, maka antibiotik spesifik untuk organisme tersebut akan digunakan. Adapun waktu konsumsi antibiotiknya membutuhkan waktu empat hingga enam minggu pengobatan.

Namun untuk tipe septic arthritis non, biasanya bisa diobati dengan antibiotik intravena selama 2 minggu diikuti oleh 1 hingga 2 minggu terapi antibiotik oral. Jadi, metode untuk penanganannya bisa berbeda tergantung pada apa penyebab septic arthritis tersebut.

Referensi

  • 1
    Earwood JS. 2021. Septic Arthritis: Diagnosis and Treatment. Am Fam Physician . 2021 Dec 1;104(6):589-597.
  • 2
    Ross JJ. 2017. Septic Arthritis of Native Joints. Infect Dis Clin North Am . 2017 Jun;31(2):203-218.
  • 3
    Gottlieb M. 2019. Current Approach to the Evaluation and Management of Septic Arthritis. Pediatr Emerg Care . 2019 Jul;35(7):509-513.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *