Hepatitis Fulminan : Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Hepatitis Fulminant

0
273

Hepatitis fulminan adalah terjadinya gagal hepar/hati/liver yang mulai dengan cepat, dalam harian, mingguan dan disebabkan penyebab yang mendasari. Gagal liver ini dapat terjadi pada orang yang sebelumnya memiliki penyakit liver stabil atau bahkan tidak pernah mengalami keluhan. Anda mungkin pernah mendengar gagal liver akut atau gagal liver fulminan, yang sangat mengancam jiwa.

Penyebab Hepatitis Fulminan

Liver dapat gagal dan terjadi kerusakan sehingga berhenti bekerja. Pada hepatitis fulminan ini, sering disebabkan oleh:

  • Overdosis parasetamol : antinyeri ini ditemukan berbagai pengobatan. Meminum dosis tinggi dapat menyebabkan gagal liver. Parasetamol bersifat hepatotoksik sehingga penggunaannya tidak boleh berlebihan.
  • Hepatitis viral : infeksi ini disebabkan virus, seperti virus hepatiis A, B, C, D dan E yang dapat memicu gagal liver tiba-tiba.
  • Menggunakan obat antibiotik, obat antikanker, dan obat lain yang menyebabkan kerusakan liver.
  • Terkontaminasi virus, seperti herpes, EBV yang juga dapat memicu hepatitis fulminan
  • Hepatitis autoimunitas : ini terjadi bila imunitas tubuh menyerang dan merusak sel hepar.
  • Kanker, adanya tumor yang menyebar ke liver
  • Masalah vena : penyakit di vena hepar , disebut dengan sindrom Budd chiari karena blokade dapat memicu gagal liver.
  • Keracunan jamur, menggunakan herbal, dan penyakit wilson

Gejala Hepatitis Fulminan

Pada gejala awal, didapatkan gejala : tidak merasa enak, sering lelah, mual dan nyeri dan rasa tidak nyaman pada perut. Pada gejala lanjut, didapatkan :

  • Kulit dan konjunctiva mata kuning (ikterik)
  • Perasaan sangat confused
  • Mudah mengantuk
  • Perubahan perilaku, seperti mudah iritabilitas dan disorientasi
  • Pembengkakan perut
  • Perdarahan lebih mudah.

Pemeriksaan Hepatitis Fulminan

Anamnesis, penggunakan obat sebelumnya, dan paparan toksin diperiksa. Pemeriksaan tanda hepatitis juga dilakukan. Untuk menegakkan diagnosis ini, maka perlu dilakukan beberpa pemeriksaan seperti :

  • Pemeriksaan darah dan urin : pada pemeriksaan ini didapatkan bagaimana kerja liver. Dokter juga memeriksa ada tidak bekuan darah meskipun pembekuannya tidak berlangsung cepat.
  • Memeriksa liver dengan pemeriksaan radiologis MRI, USG dan CT-scan untuk memeriksa kerusakan, masalah vena, tumor dan jaringan abnormal lain.
  • Biopsi liver dengan mengambil jaringan kecil dan diperiksa di laboratorium patologi anatomi.
Baca juga :   Keracunan Yodium : Gejala hingga Cara Mengobati

Pengobatan Hepatitis Fulminan

Pasien akan menjalani perawatan di ICU. Pengobatan gagal liver sangat tergantung dari penyebab yang mendasari. Ini meliputi :

  • Antidotum : jenis pengobatan ini untuk menetralkan efek racun. Jika hepar tiba-tiba mengalami gagal organ karena overdosis parasetamol, maka N-asetilsistein dapat menghentikan efek tersebut. Obat ini dapat membantu mengobati penyebab gagal liver akut. Antidotum lain juga dapat meredakan efek dari keracunan jamur dan mengembalikan kerusakan hepar.
  • Obat Hepatitis : pengobatan antiviral diberikan. Pada hepatitis B lebih sulit diobati. Antiviral dapat mengobati infeksi herpes. Selain itu dapat diberikan steroid pada penyebab hepatitis autoimunitas.
  • Transplantasi Liver : jika pengobatan lain belum bberhasil, maka transplantasi liver harus dilakukan. Ini sangat penting mendonasikan liver dari orang sehat. Selama tindakan ini, dokter bedah akan mengambil liver yang rusak dan menggantinya dengan liver yang sehat. Peneliti menyatakan tindakan ini akan mengurangi kerusakan liver. Efek samping seperti reaksi penolakan transplantasi dilakukan juga.
  • Obat Penurun Tekanan di Otak : salah satu efek samping dari gagal liver akut adalah pembengkakan otak. Cairan berlebih menyebabkan tekanan meningkat dan memicu kerusakan otak. Obat diberikan untuk meredakan pembengkakan. Untuk memeriska infeksi, maka pemeriksaan darah dan urin dilakukan. Pemeriksaan darah dan urin dapat mencari sumber infeksi. Diberikan juga obat yang mencegah perdarahan, dan mencegah pembekuan darah. Ketika gagal liver, dan tejadi perdarahan, maka tranfusi darah diberikan.

Pencegahan Hepatitis Fulminan

Pada beberapa kasus, anda dapat mencegahnya. Dua penyebab yang paling sering adalah overdosis parasetamol dan hepatitis viral. Untuk menurunkan kemungkinan terkena, maka anda dapat mencegah dengan:

  • Jika mengkonsumsi parasetamol, maka hendaknya mematuhi aturan minum, dosis dan pemberian
  • Hindari kontak dengan cairan darah dan kontaminan. Ini akan menurunkan kemungkinan terjadi infeksi oleh virus hepatitis. Jika anda tinggal di negara berkembang, anda harus menghindari air tidak bersih. Vaksin juga dapat mencegah hepatitis A dan B. Menurut CDC, seorang pengunjung ke negara dengan tinggi hepatitis, harus melakukan vaksinasi hepatitis.
Baca juga :   Alergi Yogurt : Gejala hingga Cara Mengobati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here