Sakit Gigi : Gejala, Penyebab, Mengobati (Terbaru)

0
46

Sakit gigi adalah nyeri yang terjadi di atau disekitar gigi, dimana nyeri ini berasal dari gigi atau gusi sekitar, jaringan syaraf, dan struktur tulang yang diketahui penyebab hingga mengobati. Satu sakit gigi nyerinya bersifat konstan dan intermiten dan tidak dapat hilang sendiri. Perubahan suhu dapat menstimulasi, seperti minum dingin, atau tekanan ketikga gigi mengunyah, dapat menstimulasi nyeri di gigi. Nama lain dari nyeri gigi ini adalah odontalgia.

Sangat sulit untuk membiarkan nyeri gigi ini ketika makan. Nyeri persisten yang menetap sangat mengganggu sehingga harus diketahui penyebabnya dan penyebab tersebut harus dihilangkan. Pengobatan dapat dilakukan dengan medika mentosa dan bahkan dengan mencabut gigi tersebut.

PENYEBAB SAKIT GIGI

Trauma pada gigi dan area skitarnya dapat menyebabkan nyeri ini. Kerusakan dapat pada area mahkota, dan nyeri memberat terutama kerusakan pada lapisan gigi. Enamel sangat keras, lapisan terluar gigi, dan dentin adalah lapisan lembut dibawah enamel. Dentin adalah lapisan sensitif dengan tabung mikroskopik tipis yang melingkupi bagian tengah gigi.

Ruang pulpa (tengah gigi) terdiri dari Pulpa. Pulpa berisi pembuluh darah dan syaraf. Jika terjadi lubang dari enamel ke dentin, cavitas dapat memicu rasa tidak nyaman. Kerusakan struktur gigi membuat nyeri karena paparan pulpa oleh benda asing dimana didalamnya terdapat pembuluh darah dan syaraf. Disisilain Infeksi digigi dan gusi memicu Abses periodontal yang memicu nyeri di gigi. Berikut rangkuman penyebab sakit gigi, diantaranya:

  • Abses gigi
  • Kerusakan dan patahnya gigi (cracked tooth syndrome)
  • Rusaknya mahkota gigi
  • Kebiasaan tidak gosok gigi
  • Infeksi gigi dan gusi
  • Akar gigi perpapar benda asing
  • Sinusitis
  • Molar ketiga tumbuh dan mendesak syaraf
Baca juga :   Hepatitis Fulminan : Gejala, Penyebab dan Pengobatan

TANDA DAN GEJALA SAKIT GIGI

Gejala dari nyeri gigi ini adalah :

  • Nyeri ketika menelan dan mengunyah
  • Hipersensitivitas gigi terhadap perubahan suhu
  • Pembengkakan pipi dan gusi
  • Adanya nanah dan perdarahan di gusi
  • Gigi berlubang

Ketika nyeri ini menetap dan nyerinya tumpul dan tajam, maka sangat sensitif terhadap stimulasi. Adapula gejala penyerta lain yang dapat muncul, seperti: nyeri kepala, nyeri leher, nyeri telinga, demam dan bau mulut yang tidak enak (bau busuk).

PEMERIKSAAN SAKIT GIGI

Pemeriksaan dilakukan dengan memeriksa fisik gigi dan penunjang dengan X-ray gigi untuk melihat pusat penyebab nyeri. Tes ini juga mencoba mengubah mimik yang menstimulasi nyeri seperti stimulasi dingin, mengunyah, menelan, dan menekan dengan gigi pada gusi. Respon tes stimulasi dingin dapat membantu menentukan peran syaraf dan peradangan pulpa (palpitis). Menentukan durasi dan nyeri dari stimulasi dingin dapat membantu mendiagnosis dan menentukan pengobatan.

CARA MENGOBATI SAKIT GIGI

Pengobatan sakit gigi tergantung penyebab nyeri dan seberapa kerusakan terjadi. Secara umum, adalah melindungi area sensitif gigi yang terpapar dengan udara. Ketika gigi berlubang, bila dapat ditambal, maka dapat ditambal. Bila tidak dapat ditambal, maka dilakukan pencabutan.

Adanya abses dan nanah pada gigi harus dihilangkan karena menjadi sumber infeksi. Antibiotik dan drainase nanah diberikan. Bila diperlukan, dilakukan pemasangan gigi palsu untuk membantu mengunyah dan aestetik penampilan pada mulut.

Untuk mengurangi nyeri sementara dapat mengkonsumsi sementara obat seperti ibuprofen, parasetamol, asam mefenamat sebagai antinyeri. Pada sebagian kasus, obat tersebut efektif namun perlu diingat, obat tersebut hanya sementara saja dan tidak jangka panjang. Wajib ke dokter untuk memeriksa kondisi gigi tersebut dan dicari penyebabnya, karena obat dengan golongan antinyeri NSAID tersebut bila digunakan terus menerus akan merusak epitel lambung dan menyebabkan ulkus peptikum di lambung.

Baca juga :   Syok Hipovolumik : Gejala, Pemeriksaan dan Pengobatan

Untuk pengobatan sementara juga dapat dilakukan menghindari mengunyah, meminimalkan perubahan suhu (misal menghindari minum panas dan dingin) dan tetap menggosok gigi rutin. Minum air garam hangat atau air putih hangat dapat membantu membersihkan mulut. Jika pembgkakan di gusi terjadi, maka pengobatan infeksi harus dilakukan. Menggosok gigi rutin adalah cara terbaik untuk mencegah sakit gigi ini.

*Ditulis oleh: dr. Wiwid Santiko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here