Syok Kardiogenik : Gejala, Pemeriksaan hingga Pengobatan

0
47

Syok kardiogenik terjadi ketika jantung menjadi rusak sehingga tidak dapat mensuplai darah ke organ vital di tubuh, dan mengakibatkan nutrisi dan oksigen tidak adekuat ke sel tubuh. Hasil dari kegagalan jantung memompa nutrisi ke tubuh ini, tekanan darah akan turun dan gagal organ terjadi. Syok kardiogenik relatif jarang terjadi, tetapi jika terjadi, merupakan kegawat daruratan.

Berdasarkan NIH, seseorang tidak mengalami syok sebelumnya. Sekarang lebih dari 50% orang dengan syok tipe ini dapat survive hidup. Pengobatan yang cepat dan pengenalan gejala yang cepat diperlukan. Outcome dari syok ini memburuk jika dibiarkan dan tidak diobati. Pasien ahrus dibawa ke instalasi gawat darurat segera.

Penyebab Syok Kardiogenik

Syok jenis ini sering berasal dari penyakit jantung dan serangan jantung. Selama serangan jantung, aliran darah ke arteri berkurang atau tersumbat total. Berkurangnya aliran ini dapat memicu syok kardiogenik. Adapun kondisi lain yang dapat menyebabkan syok jenis ini seperti:

  • Regurgitasi katup jantung tiba-tiba (kerusakan katup jantung yang membuat darah berbalik arah alirannya).
  • Emboli pulmo (sumbatan tiba-tiba arteri pada paru-paru)
  • Tamponade kordis (adanya cairan disekitar jantung sehingga jantung tidak dapat mengembang dan mengempis).
  • Rupturnya dinding jantung yang akan meningkatkan tekanan darah
  • Tidak mampunya otot jantung bekerja dengan baik
  • Ventrikular Fibrilasi (VF) aritmia dimana ruang jantung ventrikel menjadi fibrilasi
  • Ventrikuler tachycardi (VT) aritmia dimana ventrikel berdetak terlalu cepat.
  • Overdosis obat yang berefek untuk memompa darah

Faktor risiko dari kondisi ini adalah : adanya riwayat serangan jantung myocardial infark sebelumnya, adanya plak pada arteri koroner (arteri penyulai jantung), dan adanya penyakit katup jantung dalam jangka waktu lama.

Gejala Syok Kardiogenik

Gejala dari syok tipe ini akan tampak sangat cepat, dengan gejala:

  • Berkeringat dan dingin pada ekstremitas baik jari dan tumit
  • Detak jantung cepat tapi lemah (takikardia)
  • Pasien konfusi (confusion) dan cemas
  • Urin output menurun atau tidak ada (oligouria)
  • Lemah lesu diikuti hiperventilasi
  • Nafas sesak dan pendek
  • Koma, jika syok tidak dapat diatasi
Baca juga :   Cacing Kremi : Penyebab, Gejala hingga Pengobatan

Pemeriksaan Syok Kardiogenik

Jika anda melihat seseorang terkena serangan jantung, maka berikan pertolongan medis segera. Pertolongan segera akan mencegah syok dan menurunkan kerusakan jantung. Kondisi ini dapat fatal bila tidak diobati segera. Untuk mendiagnosis syok ini, pemeriksaan fisik dilakukan meliputi pulsasi dan tekanan darah. Untuk mengkonfirmasi diagnosis perlu dilakukan:

  1. Pemeriksaan tekanan darah : melihat tekanan darah yang biasanya turun pada syok tipe ini
  2. Pemeriksaan darah : pemeriksaan ini dapat memperlihatkan adanya kerusakan daarah dan penurunan kebutuhan oksigen. Jika syok disebabkan serangan jantung, maka enzim troponin dan CKMB dapat meningkat yang mengindikasikan kerusakan jantung.
  3. EKG (Elektrokardiogram) : pemeriksaan kelistrikan jantung yang melihat aritmia dan pola jantung yang tidak normal seperti Ventrikuler takikardi (VT), ventrikuler fibrilasi (VF) atau yg lainnya. EKG juga dapat memperlihatkan adanya pulsasi yang cepat.
  4. Ekokardiografi : pemeriksaa dengan USG pada jantung akan memperlihatkan struktur dan aktifitas jantung dalam mengalirkan darah. Jika terdapat gerakan tidak normal, maka dapat diketahui baik kelainan struktur dinding maupun katup.
  5. Kateter Swan-Ganz : ini adalah kateter khusus pulmonel yang dimasukkan ke jantung untuk melihat aktifitas dalam memompa. Ini harus dipasang oleh dokter jantung yang sudah terlatih.

Pengobatan Syok Kardiogenik (non-guideline)

Untuk mengobati syok ini, maka harus dicari penyeabnya. Jika serangan jantung menjadi penyebab, maka oksigen dan memasukkan kateter (PTCA-Percutaneus Transluminal Coronary Angioplasty) ke arteri untuk menghilangkan sumbatan diperlukan. Jika aritmia penyebabnya, maka dicoba untuk mengkoreksi aritmia dengan elektrikal gelombang syok.

Elektrikal gelombang syok disebut juga DEFIBRILASI atau CARDIOVERSI. Medikamentosa dan pemberian cairan untuk memperbaiki tekanan darah dan meningkatkan jumlah darah ke jantung. Untuk lebih lengkapnya silahan baca guideline tatalaksana syok kardiogenik.

Baca juga :   Bronkopneumonia : Gejala, Pemeriksaan hingga Pengobatan

Untuk pencegahan syok ini, hindari darah tinggi, merokok, obesitas dan cobalah mengendalikan kadar kolesterol tubuh. Olahraga dan menurunkan berat badan akan menurunkan risiko. Jika ada memiliki gejala penyakit jantung, cobalah untuk menggunakan obat medikamentosa dan periksa ke dokter terdekat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here