Syok Septik : Gejala, Pemeriksaan dan Pengobatan

0
114

Syok septik berasal dari infeksi sepsis, dan menyebabkan perubahan yang drastis pada tubuh dengan penurunan darah, dan gejala lemah lesu, nafas cepat, dan sangat mengancam jiwa. Ini terjadi ketika senyawa kimia yang melawan infeksi memicu peradangan (reaksi inflamasi) yang dikeluarkan ke aliran darah. Terdapat tiga stadium sepsis, diantaranya:

  • Sepsis ketika infeksi mencapai aliran darah dan menyebabkan peradangan pada tubuh
  • Sepsis berat adalah ketika infeksi berat dan mengenai fungsi organ seperti jantung, otak dan ginjal
  • Syok sepsis adalah ketika terjadi penurunan teknan darah drastis dan memicu gagal nafas, gagal ginjal, gagal organ, stroke, gagal jantung hingga kematian.

Peradangan pada sepsis menyebabkan bekuan darah kecil terbentuk. Ini akan memblokade oksigen dan nutrisi mencapai organ vital. Peradangan terjadi paling sering pada orang dengan usia tua, dengan imunitas yang menurun. Tetapi kedua sepsis dan syok septik dapa terjadi satu sama lain. Syok jenis ini sering memicu kematian sehingga pasien harus dirawat di ICU.

Penyebab Syok Septik

Kuman bakteri, jamur dan virus dapat memicu sepsis. Berbagai infeksi dapat dimulai dengan paparan dirumah, di lingkungan sekitar maupun di rumah sakit. Berikut kondisi penyebab sepsis yang paling sering:

  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi saluan cerna dan abdominal
  • Infeksi paru-paru seperti tuberkulosis, pneumonia
  • Infeksi sistem reproduksi

Faktor risiko dari syok ini seperti usia dan tinggal di daerah infeksius. Kondisi ini dapat terjadi pada bayi baru lahir, orangtua, ibu hamil, dan seseorang dengan imunokompromise seperti infeksi HIV, penyakit reumatik, SLE, psoriasis, dan kanker. Ada pula faktor risiko yang lain seperti:

  • Terpapar kateter urin, kateter intravena yang terkontaminasi bakteri
  • Tindakan pembedahan mayor dan perawatan di rumah sakit lama
  • Diabetes tipe 1 dan tipe 2
  • Nutrisi dan gizi yang buruk pada pasien
Baca juga :   Kencing Berdarah (Hematuria) : Penyebab hingga Cara Mengobati

Gejala Syok Septik

Gejala awal dari sepsis tidak boleh diabaikan, meliputi:

  • Demam dengan suhu tubuh diatas 38 derajat celcius
  • Hipotermia dengan suhu tubuh rendah
  • Nafas cepat lebih dari 24 kali permenit
  • Denyut jantung cepat

Sepsis yang berat didefinisikan sebagai sepsis yang memicu keruskan organ dan menyerang ginjal, jantung, paru-paru hingga otak. Seseorang dengan syok jenis ini akan mengalami sepsis berat, dan tekanan darah yang sangat rendah, biasanya tidak berespon terhadap pergantian cairan/pemberian cairan. Gejala dari sepsis berat meliputi:

  • Rendahnya jumlah/volume urin
  • Pasien konfusi, dan pusing
  • Nafas cepat berat
  • Perubahan warna biru pada bibir dan jari yang merupakan tanda cyanosis

Pemeriksaan Syok Septik

Jika pasien tampak sepsis, maka mendeteksi berapa lama infeksi diperlukan. Pemeriksaan didasarkan atas pemeriksaan darah. Ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan, seperti:

  • Kultur darah
  • Faktor pembekuan darah dan kadar trombosit
  • Sisa metabolik pada darah
  • Fungsi ginjal dan liver
  • Penurunan jumlah oksigen (analisis gas darah)
  • Keseimbangan elektrolit.

Tergantung gejala anda, pemeriksaan lain juga dilakukan. Jika penyebab infeksi masih belum diketahui, maka dokter dapat melakukan pilihan pemeriksaan seperti:

  • Pemeriksaan cairan serebrospinal
  • Pemeriksaan urin rutin
  • Pemeriksaan luka dan droplet dari saluran pernafasan
  • X-ray dada
  • USG, CT-scan dan MRI

Komplikasi Syok Septik

Syok jenis ini dapat menyebabkan berbagai hal berbahaya dan mengancam jiwa yang sangat fatal. Komplikasi yang sering muncul, diantaranya: gagal jantung, gagal ginjal, gagal nafas, stoke, gagal liver, abnormalitas gumpalan darah, kehilangan ekstremitas, dan kehilangan usus. Komplikasi ini tergatung faktor Usia, permulaan pengobatan, penyebab sepsis, dan penyakit yang diderita sekarang.

Pengobatan Syok Septik

Sepsis harus dideteksi dan diobati segera untuk mencegah kematian. Pasien hendaknya dirawat di ICU. Pengobatan syok jenis ini, diantaranya:

  • Pemberian antibiotik intravena untuk melawan infeksi
  • Vasoperssor, obat untuk mengkontriksikan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah
  • Insulin untuk mengendalikan kadar gula darah agar tetap stabil
  • Kortikosteroid
Baca juga :   Bronkopneumonia : Gejala, Pemeriksaan hingga Pengobatan

Cairan intravena dalam jumlah yang banyak dapat diberikan untuk mengobati dehidrasi dan meningkatkan tekanan darah dan aliran darah ke organ. Respirator untuk membantu pernafasan dipasang. Tindakan pembedahan, digunakan unguk membuang sumber infeksi, seperti abses pus, dan jaringan infeksius penyebab infeksi pada pasien.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here