Penyakit Blount (Tibia Vara) pada Anak, Ketahui Penyebab dan Gejalanya

Blount Disease Tibia Vara : Gejala, Penyabab hingga Tatalaksana

Penyakit blount pada anak  atau Tibia Vara hendaknya dipahami orang tua agar lebih memperhatikan sang buah hati. Pemahaman tersebut perlu dimiliki sejak awal sebab masalah medis ini biasanya dialami anak-anak pada masa pertumbuhan.

Blount atau disebut juga dengan tibia vara merupakan suatu kondisi tulang anak yang berpengaruh pada lempengan pertumbuhan sekitar lutut. Kondisi tersebut bisa dialami bayi atau bisa juga saat masa remaja.

Sebagian besar kasus ini ditemukan pada anak berusia kurang dari 2 tahun, tetapi bisa juga dialami pada masa remaja. Kaki bagian bawahnya akan tampak bengkok serta menyerupai huruf O1Murthy D. 2022. Blount Disease. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 Jan..

Penyakit Blount pada Anak, Begini Penjelasannya

Seperti sudah disinggung di atas bahwa penyakit ini merupakan kelainan di bagian tulang. Kelainan tersebut membuat lempengan pertumbuhan di area lutut menjadi lambat atau bahkan tidak bisa memproduksi tulang baru. Baca juga kelainan DDH (Developmental Dysplasia of the HIP).

  • Hal tersebut menjadikan salah satu atau bahkan kedua tulang kaki di bawah lututnya tidak bisa tumbuh dengan lurus.
  • Akibatnya, kakinya akan menjadi bengkok atau terlihat seperti huruf C.
  • Perlu dipahami bahwa masalah satu ini tidak sama dengan kebengkokan bayi yang baru lahir.
  • Tulang yang tampak bengkok sebetulnya normal-normal saja apabila usia bayi masih kurang dari 2 tahun.
Baca juga :   Apa Itu Cangkok Tulang? Mengenal Bone Graft

Kebengkokan akan membaik secara bertahap sampai usianya sekitar 18—24 bulan atau saat sudah mulai belajar berjalan. Untuk lebih memahaminya, Anda perlu menyimak dua jenis penyakit blount pada anak berikut2Janoyer M. 2018. Blount Disease. Orthop Traumatol Surg Res . 2019 Feb;105(1S):S111-S121..

1.     Blount Sejak Bayi

Jenis ini muncul ketika bayi baru lahir sampai memasuki usia 3 tahun. Perbedaannya dibanding kebengkokan normal ialah kian bertambah parah dan tidak kunjung membaik dengan sendirinya.

Kondisi ini umumnya terjadi di kedua kakinya atau bilateral. Akan tetapi, hanya tulang kering atau tibia di depan betis saja yang mengalami perubahan struktur tulang.

2.     Blount Saat Remaja

Sedangkan penyakit blount pada anak remaja biasanya terjadi saat berusia 10 tahun ke atas. Umumnya, penderita hanya akan mengalami pembengkokan di salah satu kakinya saja atau disebut unilateral.

Perbedaan dengan jenis blount bayi adalah pada perubahan struktur tulangnya. Pada penderita remaja, struktur tulang yang mengalami perubahan terjadi di bagian tulang paha atau femur dan tibia.

Ketahui Penyebab dari Penyakit Blount

Penyakit ini sebenarnya cukup jarang terjadi dan lebih sering dijumpai pada etnis Afrika. Penyebabnya sendiri belum bisa dipastikan, tetapi sebagian besar disebabkan berat badan berlebih atau kenaikan yang terlalu cepat.

  • Berat badan berlebih akan memberikan tekanan terhadap tulang kaki sehingga pertumbuhannya terganggu.
  • Melakukan aktivitas atau olahraga berlebihan juga memicu terjadinya kebengkokan sebab adanya tekanan pada kaki.
  • Dalam beberapa penelitian, ditemukan juga bukti bahwa penyakit blount pada anak dipengaruhi oleh faktor genetik.
  • Hal tersebut berarti adanya kemungkinan keluarga dengan riwayat kelainan ini.
  • Penyebab lainnya dari gangguan medis ini ialah anak belajar berjalan terlalu cepat.
  • Oleh sebab itu, orang tua hendaknya tidak mengajarkan berjalan sebelum waktunya, baik dengan dipapah maupun memaka push walker.
Baca juga :   CTEV pada Bayi (Kaki Pengkor): Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

Pemenuhan vitamin D anak-anak juga tidak boleh luput dari perhatian orang tua. Jika anak kekurangan vitamin D, perkembangan tulangnya akan terganggu dan memicu risiko terkena kelainan atau penyakit lainnya.

Bagaimana Gejala Penyakit Blount pada Anak?

Selain mengetahui penyebabnya, tentu Anda sebagai orang tua wajib mengenali gejala dari kelainan ini. Gejala paling tampak yang perlu diwaspadai adalah terjadi kebengkokan di bagian bawah lutut3Sabharwal S. 2015. Blount disease: an update. Orthop Clin North Am . 2015 Jan;46(1):37-47. doi: 10.1016/j.ocl.2014.09.002.

Kebengkokan mengakibatkan kaki menyerupai huruf C dan dapat dilihat dari salah satu atau kedua bagian bawah kakinya. Ciri lainnya adalah jari sekaligus kakinya mengarah masuk, padahal seharusnya lurus ke depan.

Bentuk bengkok di bagian bawah akan menjadikan kakinya mempunyai jarak berbeda antara bagian bawah dengan atasnya, termasuk lutut. Kebengkokan tersebut dapat dilihat ketika sedang berdiri maupun berjalan.

Kondisi tersebut umumnya memang tidak menimbulkan rasa nyeri pada balita. Akan tetapi, penderita remaja biasanya merasakan nyeri di bagian lutut, terlebih seusai melakukan aktivitas fisik.

Untuk mendiagnosis penyakit blount pada anak, perlu dilakukan oleh seorang dokter dengan cara melihatnya secara langsung. Dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik dan pemindaian melalui rontgen untuk memastikan keadaannya.

  • Melalui pemindaian tersebut, dokter akan mengetahui pertumbuhan tulang anak serta mendeteksi kebengkokan yang terjadi. Pemeriksaan baru akan dilakukan jika anak sudah berusia 2 tahun lebih.
  • Hal tersebut karena kebengkokan merupakan suatu kondisi normal bayi yang baru lahir. Namun, akan disebut sebagai kelainan apabila tidak terjadi perubahan sesudah memasuki usia 2 tahun.
  • Untuk pengobatannya, penderita bisa menggunakan brace apabila masih berusia kurang dari 3 tahun.
  • Penggunaan brace bertujuan untuk menahan bentuk kaki supaya tetap lurus dan digunakan pada malam hari selama setahun.
  • Jika sudah berusia di atas 4 tahun, umumnya akan dilakukan operasi pemotongan tulang.
  • Operasi dilakukan untuk memasukkan staple, pin, pita peregangan, dan memotong atau menambah potongan tulang ke bagian tibia.
Baca juga :   Perbedaan Osifikasi Intramembran dan Endokondral : Apa yang perlu kita Ketahui?

Walaupun penyakit satu ini tergolong jarang terjadi, tetapi tetap perlu diwaspadai setiap orang tua. Dengan begitu, orang tua bisa sigap mengatasi penyakit blount pada anak dan tidak sampai lebih parah.

Referensi

  • 1
    Murthy D. 2022. Blount Disease. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 Jan.
  • 2
    Janoyer M. 2018. Blount Disease. Orthop Traumatol Surg Res . 2019 Feb;105(1S):S111-S121.
  • 3
    Sabharwal S. 2015. Blount disease: an update. Orthop Clin North Am . 2015 Jan;46(1):37-47. doi: 10.1016/j.ocl.2014.09.002

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *