Perbedaan Osifikasi Intramembran dan Endokondral : Apa yang perlu kita Ketahui?

Tahapan Osifikasi Intramembran dan Osifikasi Endokondral

Terkait Pertanyaan perbedaan osifikasi intramembran dan endokondral pada tulang sangat menarik untuk dibahas, terkait dengan proses pertumbuhan tulang. Jaringan tulang (Osseus Tissue) relatif berbeda dibandingkan jaringan lainnya di tubuh kita. Tulang cenderung lebih keras dan memilliki fungsi tersendiri.

Tulang panjang memiliki struktur seperti diafisis dan epifisis. Diafisis merupakan batang tubuler yang memiliki batas distal dan proksimal. Lubang ditengah diafisis disebut dengan cavitas medullary yang terisi sumsum tulang. Diafisis tersusun atas cortex yang keras di tepinya.

Pada tepi diafisis terdapat epifisis yang terdiri dari jaringan spongiosa. Pada anak-anak terdapat lapisan pertumbuhan yang disebut dengan growth plate atau epifiseal plate yang mana lapisan ini dapat berhenti tumbuh sekitar usia 18-21 tahun.

Sekitar minggu ke 6-7 masa embrionik, tulang mengalami osteogenesis dan osifikasi. Osifikasi ini meliputi osifikasi intramembran dan osifikasi endokondral. Pertumbuhan tulang selain dipengaruhi nutrisi juga dipengarui Hormon pengatur tulang.

Perbedaan Osifikasi Intramembran dan Endokondral

1. Osifikasi Intramembran

Selama osifikasi ini, tulang spongiosa dan cortex berkembang dari mesenkimal sel. Tulang pipih seperti tulang wajah, tengkorak, clavicula terbentuk melalui osifikasi intramembran. Proses ini dimulai ketika mesenkimal sel di sel embrionik berdiferensiasi menjadi sel yang nantinya berdiferensiasi lagi menjadi kapiler, sel osteogenik dan osteoblas.

Osteoblas ini kemudian mensekresikan osteoid, berupa matrik yang belum terkalsifikasi. Kemudian matrik ini terlaksifikasi (lebih mengeras) beberapa hari dengan kandungan mineral dan osteoblast. 

Baca juga :   Penyakit Blount (Tibia Vara) pada Anak, Ketahui Penyebab dan Gejalanya

Osteoblast yang berada di osteoid berubah menjadi osteosit. Osteioid mensekresikan disekitar kapiler membentuk matrik trabekular dimana osteoblas di jaringan spongiosa menjadi periosteum. Periosteum kemudian membentuk lapisan superfisial tulang menjadi tulang trabekular. 

Tahapan Osifikasi Intramembran

Osifikasi ini berkembang in utero selama perkembangan fetus dan berlanjut hingga remaja. Ketika lahir, tulang tengkorak dan clavicula tidak seepenuhnya berosifikasi dan suturanya belum menutup. Tahap osifikasi ini melalui 4 tahap, diantaranya:

  1. Terbentuknya Pusat osifikasi : Mesenkimal sel membentuk kluster dan osifikasi center terbentuk
  2. Penyusunan Matrik: Terbentuknya osteoblast yang terperangkat di matrik osteoid yang mana kemudian berubah menjadi osteosit.
  3. Periosteum dan Weaving : matriks trabekular dan periosteum terbentuk
  4. Penyusunan Tulang Keras : Tulang Compact berkembang superfisial ke tulang trabekular dan berkondensasi ke red marrow.

2. Osifikasi Endokondral

Osifikasi ini terbentuk ketika terjadi proses bergantinya kartilago hyalin. Kartilago tidak berubah menjadi tulang melainkan kartilago membantu sebagai tempat yang digantikan menjadi tulang baru. Osifikasi ini lebih lama dibanding osifikasi intramembran.

Ketika matrik terbentuk, kondrosit di center kartilago membesar. Ketika matrik terkalsifikasi, nutrien tidak dapat mencapai kondrosit dan memicu kematian dan disintegrasi sekitar kartilago. 

Pada 2-3 bulan kehamilan, sel tulang membentuk osifikasi primer center. Setelah masa fetus, terdapat sequent kejadian berupa mineralisasi matrik, kematian kondrosit, invasi pembuluh darah di periosteum, sel osteogenik menjadi osteoblas, yang terjadi di regio epifisis dan ini semua membentuk Secondary ossification center.

Baca juga :   Cara Penggunaan Supositoria Rektal : Step-by-step

Tahapan Osifikasi Endokondral

Ada 5 tahap osifikasi ini, diantaranya:

  1. Periosteim Collar : Sel mesenkmal berdiferensiasi menjadi kondrosit
  2. Pembentukan Rongga : Model kartilago yang nantinya menjadi bone skeleton dan perikondrium terebntuk.
  3. Invasi Vaskuler : kapiler berpenetrasi terhadap kartilago, perikondrium berubah menjadi periosteum, periosteal collar terbentuk dan center osifikasi primer terbentuk.
  4. Elongasi : kartilago dan kondrosit berlanjut tumbuh pada tepi tulang.
  5. Osifikasi di Epifisis : Center Osifikasi sekunder terbentuk, kartikago bersisa di permukaan sendi sebagai kartilago artikuler.

Referensi:
Hawaii Edu. akses. 2023. http://pressbooks-dev. oer. hawaii .edu/ anatomyandphysiology/ chapter/ bone-formation-and-development

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *