Cara Menghitung BMI dan Kebutuhan Protein Tubuh

Rumus BMI (Body Mass Index) dan Rumus Kebutuhan Protein

Panduan atau cara menghitung BMI sering dicari karena begitu dibutuhkan. Terlebih Body mass Indeks sendiri memperkirakan indeks lemah tubuh dari perhitungan berat dan tinggi. Pastinya membantu agar berat badannya ideal.

Selain itu begitu penting untuk membantu menghindari obesitas sampai terlalu kurus. Bukan hanya itu, tapi memiliki manfaat menilai risiko kesehatan yang akan datang. Hasilnya dapat menyiapkan maupun mencegah masalah kesehatan.

Anda dapat mengambil contoh dari orang dengan kelebihan berat badan, tentu risiko sangat tinggi. Misalnya mengalami kolesterol berlebih hingga hipertensi. Pastinya berbahaya tapi masih dapat dicegah sedari awal. Baca juga pengukuran dengan karada scan untuk mengukur kadar lemak tubuh.

Cara Menghitung BMI Termudah Tanpa Bingung

Kalau Anda ingin mencoba kalkulator BMI sebenarnya dapat dilakukan cukup mudah. Tapi harus dilakukan dengan memperhatikan jenis pengukuran yang diinginkan. Tapi pastikan agar mengetahui berat badan beserta tinggi badan dulu.

  1. Pakai Pengukuran Metrik

Agar menghitung BMI dapat dilakukan dengan maksimal, dapat menggunakan pengukuran metrik. Disini rumus yang dibutuhkan adalah dari berat badan (kg) yang dibagi tinggi (m2). Tentunya menghasilkan perhitungan yang akurat.

Badan diukur dalam bentuk centimeter atau cm. Pastinya menjadi rumus perhitungan alternatif yang banyak digunakan. Anda harus membagi antara berat badan kg serta tinggi padan untuk cm2 lalu dikali 10.000.

Baca juga :   5 Latihan Otot Tangan Di Gym yang Harus Anda Coba

Sebenarnya berkaitan dengan pengukuran metrik ini terbilang banyak diandalkan. Terutama dalam dunia profesional untuk membantu menaikkan atau menurunkan berat badan. Kemudian dipastikan lebih ideal dibandingkan sebelumnya.

Pada dasarnya melakukan cara menghitung BMI bisa memakai kalkulator elektronik. Inilah alasannya kenapa membuat fungsi dan keakuratannya baik. Anda dapat memakai kalkulator khusus maupun jenis kalkulator biasa.

  1. Pakai Pengukuran Imperial

Penggunaan pengukuran imperial sebenarnya tidak banyak ditemukan atau dipakai setiap orang. Terlebih karena lebih banyak dipakai terutama di Amerika Serikat. Apalagi karena menggunakan satuan pound dan inchi untuk melakukannya.

Apabila lebih sering melakukan cara menghitung BMI cm dan kg tentu jangan langsung dicoba. Melainkan harus mengkonversi terlebih dahulu menjadi pound serta inci. Kemudian baru bisa menghitung Body Mass Index.

Untuk menghitungnya menggunakan rumus imperial sendiri tidaklah sulit. Anda harus menghitung berat badan dengan tinggi badannya. Lalu dapat dikuadratkan serta dikalikan pada faktor konversi dengan nilai 703.

Kebutuhan Protein Tubuh dan Tips Memenuhinya

Kalau membahas tentang berapa kebutuhan protein seseorang tentu tidak mungkin sama. Melainkan dapat dibedakan tergantung dengan usia, tinggi, berat badan, jenis kelamin dan sebagainya. Jadi, harus menghitung kebutuhan Anda sendiri.

Pastinya dibutuhkan juga cara menghitung BMI untuk melihat kebutuhan tersebut. Tapi untuk secara umum, kebutuhannya adalah 1.2-1.5gram/kgBB/hari. Kebutuhan bagi bayi, anak-anak, pria, wanita dan ibu hamil tentu berlainan. Bila anda sedang meningkatkan massa otot anda maka hendaknya kebutuhan protein anda 1.5-2 g/kgbb/hari. Misal Berat badan anda 60 Kg, maka kebutuhan protein harian anda adalah : 90-120gram/hari.

  1. Dada Ayam : 29.6 gram
  2. Paha Ayam : 24.5 gram
  3. Sayap Ayam : 26.6 gram
  4. Tahu  : 7.9 gram/100gram
  5. Telur Rebus : 6.26 gram
  6. ikan : 17.7 gram/100gram
  7. whey isolate : 25 gram/serving
  8. Whey hydrolisate : 30 gram/serving
Baca juga :   Manfaat Konsumsi Imukal Bagi Kesehatan

Sementara itu jika ingin memenuhi kebutuhan dengan baik, harus mengonsumsi protein hewani. Anda dapat memperolehnya dari daging merah, telur, unggas sampai makanan laut. Tapi harus menambah vitamin, mineral serta antioksidan.

Tidak ketinggalan dibutuhkan juga konsumsi protein nabati selama cara menghitung BMI dilakukan. Memenuhinya bisa dilakukan dengan konsumsi beras, gandum, jagung dan kacang. Pastikan agar mampu memenuhinya setiap hari.

Pentingnya melengkapi kebutuhan kandungan protein nyatanya krusial, tidak heran harus dipenuhi. Terlebih karena kekurangan potein sangat buruk bagi kesehatan. Apalagi mampu menyebabkan penyakit maupun gangguan lainnya.

Hal ini dapat terjadi disebabkan produksi sel darah putihnya menurun. Lalu berbagai macam virus maupun infeksi menjadi terasa semakin rentan. Bahkan lebih buruknya lagi bisa disfungsi kardiovaskular dan kurangnya nutrisi.

Dampak buruk lainnya yakni profil metabolik berubah buruk keadaannya. Hasilnya luka yang dimiliki juga semakin lama pulihnya. Masih banyak dampak lain sehingga cara menghitung BMI serta memenuhi protein harus dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *