Osteomalasia : Gejala, Pemeriksaan hingga Pengobatan

0
690

Osteomalasia adalah pelemahan tulang, dimana pembentukan (formation) tulang atau proses penguatan tulang terganggu serta berbeda dengan osteoporosis. Osteoporosis adalah pelemahan tulang hidup yang telah terbentuk dan mengalami remodeling.

Penyebab Osteomalasia

Penyakit ini sering disebabkan kurangnya asupan Vitamin D. Vitamin D adalah nutrisi penting yang membantu penyerapan kalsium di lambung. Vitamin D ini juga menjaga kadar kalsium dan fosfat untuk pembentukan tulang. Vitamin ini menjaga kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV) dan juga membantu penyerapan makanan seperti ikan.

Rendahnya kadar vitamin D ini berarti tubuh tidak dapat memrposes kalsium di tulang yang dibutuhkan untuk penguatan tulang. Kondisi ini dapat berasal dari masalah asupan makanan dan berkurangnya paparan sinar matahari dan masalah di usus.

Jika penderita telah menjalani tindakan pembedahan pada saluran pencernaannya, terutama usus, maka penyerapan vitamin D juga akan tergangu dan pencernaan makanan juga terganggu. Berikut ini adalah kondisi yang dapat mempengaruhi penyerapan vitamin D, diantaranya:

  • Kanker usus
  • Penyakit celiac yang dapat merusak mukosa usus dan mencegah absorbsi vitamin D
  • Penyakit liver dan ginjal
  • Polamakan yang tidak termasuk fosfat yang dapat memicu deplesi fosfat
  • Phenitoin dan obat phenobarbital (obat kejang) yang memicu osteomalasia.

Gejala Osteomalasia

Tanda dan gejala dari penyakit ini meliputi:

  • Patah tulang yang sangat mudah, dan sering terjadi
  • Gejala lain seperti kelemahan otot. Ini terjadi karena masalah pada lokasi otot yang menempel di tulang. Ini akan membuat kesulitan berjalan dan memicu jalan pincang.
  • Nyeri tulang, terutama pada panggul. Adanya bengkak, nyeri tajam yang menyebar dari panggul pada punggung, pelvis, kaki dan kosta bawah juga terjadi.

Jika kadar kalsium dalam darah sangat rendah, maka akan memicu gejala hipokalsemia, seperti : denyut jantung tidak teratur, rasa kebas di sekitar mulut, rasa kebas di tangan dan kaki, dan spasme pada tangan dan kaki.

Baca juga :   Edema Pulmo Akut (Edema Paru) : Gejala hingga Pengobatan

Pemeriksaan Osteomalasia

Pemeriksaan darah akan menunjukkan penyakit ini dengan temuan : berkurangnya kadar vitamin D, rendahnya kadar kalsium (hipokalsemia) dan rendahnya kadar fosfat (hipofosfatemia). Pemeriksaan isoenzim alkalin fosfatase diperlukan, dan tingginya enzim tersebut mengindikasikan adanya osteomalasia.

Pemeriksaan darah lain juga menilai kadar hormon paratiroid. Tingginya kadar hormon ini menunjukkan tidak cukupnya vitamin D dan masalah lain yang mendasari. Pemeriksaan radiologi X-ray dan tes lain akan menilai retakan tulang. Retakan tulang ini akan memicu zona transformasi dan patah tulang akan mudah terbentuk dengan injuri kecil.

Biopsi tulang bisa dilakukan pada biopsi, jarum dimasukkan kedalam kulit dan otot untuk mendapatkan sampel kecil. Sampel kecil ini kemudian ditaruh di slide dan diperiksa dibawah mikroskop. Biasanya, X-ray dan pemeriksaan darah sudah cukup untuk membuad diagnosis dan biopsi tulang lebih jarang dilakukan.

Pengobatan Osteomalasia

Jika penyakit ini terdeteksi awal, pengoabtannya lebih sederhana dengan memberikan suplemen vitamin D, kalsium dan fosfat. Jika terjadi penyerapan makanan karena tindakan pembedahan usus atau cidera usus, maka harus diobati sesuai gejala. Pada sebagian kecil kasis, injeksi Vitamin D diperlukan melalui intravena di tangan.

Jika terdapat penyakit gangguan metabolisme Vitamin D, seperti gagal ginjal dan sirosis hepatis, maka perlu diobati. Pada kasus yang berat, anak akan membutuhkan memakai alat bantu jalan (brace) atau tindakan pembedahan untuk mengkoreksi deformitas tulang.

Komplikasi yang sering muncul, gejala dapat kembali jika asupan vitamin D dihentikan atau jika terdapat penyakit dengan gagal ginjal yang tidak diobati. Untuk itu silahan hubungi dokter terdekat anda untuk memperoleh pengobatan yang sesuai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here