Perbedaan Defibrilator Monofasik dan Bifasik (Lengkap)

Defibrilator Monofasik vs Bifasik

0
3550

Perbedaan defibrilator monofasik dan bifasik, adalah pada defibrilator monofasik gelombang shock yang dihantarkan berasal dari satu vektor, sedangkan pada defibrilator bifasik, gelombang shocknya dua vektor. Dengan kata lain, pada monofasik, diberikan gelombang hanya satu arah, dari satu elektroda sedangkan pada bifasik, dengan arah sejalur dan berlawanan, dengan mengubah polaritas elektroda ketika shock dihantarkan.

Apa itu Defibrilasi

Defibrilasi adalah pengobatan yang sering dilakukan pada kegawatan disritmia jantung dan ventrikuler fibrilasi. Defibrilasi terdiri dari penghantaran dosis terapetik energi listrik kepada jantung dengan alat yang disebut dengan DEFIBRILATOR. Defibrilator berbeda dengan Kardiversi. Simak perbedaan kardioversi dan defibrilator disini. Energi ini satuannya adalah joule. Joule merupakan satuan yang berhubungan dari voltase, arus dan hambatan dalam satuan waktu. Rumus nya:

Joule (Energi) = Voltase x Arus Listrik x Waktu

Perbedaan Defibrilator Monofasik dan Bifasik

  1. Defibrilator Monofasik

Pada gelombang monofasik, tidak terdapat kemampuan untuk impedansi pasien atau hambatan pada ubuh pasien dan secara umum, direkomendasikan pada alat ini memberikan energi 360 J pada orang dewasa, untuk memberikan energi maksimal.

  1. Defibrilator Bifasik

Pada gelombang bifasik, dimulai dengan defibrilator yang terimplantasi, dan sekarang menjadi standar pada defibrilator eksterna. Energi yang dikirimkan 200 J atau tergantung merk dan dapat diatur kadar kekuatan energi shock nya. Berikut jenisnya:

  • Defibrilator terimplantasi : ini menggunakan alat kecil yang ditanam pada tubuh pasien yang dapat mendeteksi ritme jantung abnormal dan menterminasinya dengan mengirimkan arus gelombang dalam bentuk bifasik.
  • Defibrilator Eksternal : pada alat ini menggunakan alat yang besar yang mengirimkan gelombang bifasik pada ritme jantung abnormal yang fatal ketika pasien terhubung dengan alat ini. Ini merupakan alat yang harus ada di IGD (Instalasi gawat darurat). Gelombang bifasik dapat menghentikan Ventrikuler fibrilasi lebih baik dibanding defibrilasi monofasik.
Baca juga :   Perbedaan Selulitis dan Erisipelas (Lengkap)

Kunci Perbedaan Defibrilator Monofasik dan Bifasik

Pembeda Monofasik Bifasik
Aviabilitas Alat ini lebih tidak populer dan lebih dahulu dikenal serta sudah mulai ditinggalkan Lebih populer, lebih sering digunakan sekarang baik yang implantabel dan eksternal
Impedansi pasien Tidak dapat pendekatan arus berdasarkan resistensi tubuh pasien Dapat mengubah arus pada impedansi pasien sehingga lebih efektif. Berbeda merk alat, maka gelombang bifasik yang dihasilkan juga berbeda.
Kekuatan Arus Arus yang di hantarkan sama, yaitu 360 J untuk menghentikan aritmia jantung Dapat secara manual dan otomatis diatur kekuatanya, dan lebih tidak membutuhkan daya kekuatan dibandingkan monofasik.
Efektifitas Lebih tidak efisien Lebih efisien
Risiko kerusakan otot jantung Memiliki risiko besar merusak otot jantung dengan pengiriman arus yang besar Berisiko kecil merusak otot jantung karena arus gelombang yang dihantarkan relatif kecil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here